Karena Takut (Renungan Harian)

Selasa, 18 Desember 2012

oleh: Penginjil Toni Antonius

Hakim-Hakim 15

 

Hari ini kita kembali membaca kelanjutan daripada kisah Simson dalam melawan orang-orang Filistin. Dia membakar kebun-kebun saitun, gandum orang Filistin, memukul kalah orang-orang Filistin yang telah mengeroyok dirinya. Dan akhirnya dia bersembunyi dalam gua di bukit batu Etam (ayat 1-8). Yang menarik hati saya adalah apa yang dilakukan oleh suku Yehuda. Ketika orang-orang Filistin berkemah di daerah suku Yehuda dan orang-orang Yehuda mengetahui bahwa mereka mengejar Simson. Orang-orang Yehuda bukannya membela Simson tapi malah berniat menyerahkan Simson kepada orang-orang Filistin supaya mereka tidak menyerang orang-orang Yehuda (ayat 9-13).

Orang-orang Filistin telah menguasai Israel selama empat puluh tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama yang membuat keberanian orang-orang Yehuda hilang padahal mereka adalah salah satu suku yang kuat di antara orang Israel. Karena ketakutan mereka akhirnya menyerahkan Simson, saudara mereka sendiri, kepada orang Filistin.

Ketakutan bisa membuat kita melakukan sebuah tindakan yang diluar akal sehat manusia, tindakan yang kalau dalam keadaan biasa tidak bisa dilakukan. Saya ingat ketika kecil dulu, karena ketakutan dengan anjing yang mengejar saya bisa berlari dengan kencang, dan bahkan mungkin itu lari tercepat yang saya lakukan dari dulu sampai sekarang. Pernah ada cerita bahwa para perenang melatih diri mereka dengan cara berenang bersama dengan ikan hiu atau buaya supaya mereka bisa mengeluarkan kemampuan mereka yang maksimal.

Ketakutan juga bisa membuat kita akhirnya meninggalkan iman dan menyangkal jati diri kita sebagai seorang Kristen. Paulus mengingatkan jemaat di Roma bahwa dengan mengaku Yesus adalah Tuhan bisa menyelamatkan jiwa kita karena jemaat di Roma ketakutan dengan penindasan yang ada sehingga mereka tidak berani mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan (Rm. 10:9-10).

Yesus telah menubuatkan bahwa pada akhir zaman akan terjadi penyiksaan yang hebat bagi umat percaya. Pada waktu itu banyak umat Kristen yang mengingkari iman mereka dan menyerahkan saudara-saudari seiman karena ketakutan (Mat. 24: 9-10).

Mari pada masa-masa ini kita menguatkan, memupuk, dan menumbuhkan iman kita sehingga pada waktu hal itu menimpa kita, tidak ada ketakutan dan keraguan untuk mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan. Takutlah bukan kepada manusia tapi kepada Tuhan semata.

“Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.” (Mat. 10: 28)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 448 other followers

%d bloggers like this: