Bisakah Kita Menjadi Seperti Lukas? (Renungan Harian)

Minggu, 22 Januari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Lukas 1

Ketika kita membaca Lukas 1:1-4 kita bisa mengetahui beberapa hal:

  1. Dia telah menyelidiki mengenai peristiwa tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa dia telah memberikan waktu dan berusaha untuk menggali peristiwa-peristiwa yang ada, mewawancarai para saksi mata, menyeleksi antara fakta dan khayalan, memeriksa semua pendapat yang ada apakah benar atau bohong. Dia berusaha agar apa yang dituliskan merupakan kebenaran semata dan bisa dipertanggungjawabkan.
  2. Dia menyelidiki dengan seksama supaya bisa menceritakan dengan sejelas-jelasnya dan membukukannya dengan teratur. Ketika kita membaca Injil Lukas kita bisa melihat bahwa beberapa penulisan yang dibuatnya disusun secara teratur berdasarkan tema tertentu.
  3. Dia telah berusaha menulis dari awal mula, yaitu dimulai dari pemberitahuan kelahiran Yohanes Pembaptis.
  4. Dia telah mempelajari semuanya dengan menyeluruh dan teliti. Banyak yang ditulis oleh Lukas tidak ditemukan dalam ketiga Injil yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa dia bukan hanya menerima apa yang dikatakan oleh orang lain di permukan saja akan tetapi dia berusaha meyakinkan diri sebelum dia menuliskan semuanya.

Oleh karena kerja keras yang Lukas lakukan, kita pada masa sekarang ini bisa membaca Injil tersebut. Kita bisa mengenal dengan baik Juru Selamat kita Tuhan Yesus Kristus.

Apa yang bisa kita pelajari dari apa yang dilakukan Lukas?

  • Kita belajar bahwa kita harus memiliki ketetapan hati untuk mengerjakan sesuatu bagi Tuhan di tahun ini.

Lukas berketetapan untuk menuliskan dengan teratur bagi Teofilus kehidupan dari Yesus Kristus supaya Teofilus bisa mengenal seperti apa Tuhan Yesus itu.
Ketika tahun baru tiba, kita membuat resolusi/sasaran atas kehidupan di tahun yang mulai kita jalani. Mari kita sama-sama renungkan apakah kita membuat sebuah resolusi/sasaran mengenai pekerjaan Tuhan? Ataukah kita sama sekali melupakan pekerjaan Tuhan dalam membuat sasaran di tahun 2012 ini?

  • Kita belajar bahwa untuk bekerja bagi Tuhan maka kita harus berusaha keras menyatakannya.Lukas karena tidak pernah mengalami kehidupan bersama Yesus di dunia, dia harus berusaha mencari sumber-sumber kesaksian, melakukan penyelidikan apakah yang cerita yang beredar di kalangan orang percaya itu benar atau tidak, mengelompokkan bahan-bahan yang telah didapat dan menyusunnya sehingga menjadi sebuah Injil yang bisa memperkenalkan Yesus dengan jelas.

    Banyak keinginan dan impian yang sudah kita tetapkan di tahun baru untuk pekerjaan Tuhan. “Saya mau menjadi guru sekolah minggu”;
    “Saya mau menjadi pemimpin pujian”;
    “Saya mau menjadi pembawa firman Tuhan”;
    “Saya mau membawa teman saya untuk percaya kepada Tuhan”

    Untuk mewujudkan semua impian kita diperlukan usaha yang nyata.
    Kita berkeinginan untuk menjadi pianis pengiring pujian, atau membawakan firman Tuhan, akan tetapi setelah satu atau dua kali latihan kemudian menyerah….Hal itu tetaplah menjadi sebuah impian.

    Harus ada sebuah usaha keras untuk mewujudkan impian yang ada. Semua impian, keinginan dan cita-cita tetaplah hanya menjadi sebuah impian, keinginan, dan cita-cita tanpa adanya usaha untuk mewujudkannya.

    Marilah kita gerakkan mulut, tangan, dan kaki kita untuk mewujudkan keinginan kita di tahun ini, terutama dalam pekerjaan Tuhan.

  • Kita belajar bahwa kita harus memenuhi apa yang kita tetapkan bagi Tuhan.Lukas berketetapan untuk menuliskan kehidupan Tuhan Yesus di dunia dengan teratur dan dia memenuhinya.

    Ketika kita membuat sasaran, kita membuat sasaran yang besar. Saat mulai untuk mewujudkannya kita merasa bahwa sasaran tersebut sangatlah besar sehingga tidak mungkin untuk mencapainya, bahwa kita salah membuat sasaran tersebut.

    Tetapkan hati dan penuhi apa yang menjadi impian kita bagi Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan supaya Tuhan memberikan kepada kita kekuatan agar kita bisa mewujudkan impian kita dalam bekerja bagi Tuhan. Ingatlah apa yang dikatakan Yohanes dalam suratnya “Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.” (1 Yoh. 5:14-15)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: