Pengenalan Injil Lukas (Renungan Harian)

 oleh: Penginjil Toni Antonius




A.    Latar Belakang

Injil Lukas atau dalam bahasa Inggris “Injil Menurut Lukas” ditulis untuk seorang yang bernama Teofilus (Luk. 1:1). Walaupun nama penulis tidaklah dicantumkan dalam kitab ini tapi para teolog pada umumnya berpendapat bahwa Lukas adalah penulis dari kitab ini. Lukas merupakan seorang berkebangsaan Yunani yang percaya kepada Tuhan Yesus. Dia bukanlah seorang dari para rasul dan dia tidak pernah bertemu dengan Yesus ketika  Dia melakukan perjalanan penginjilan-Nya selama tiga tahun di dunia. Lukas bisa menulis kehidupan Yesus dari kesaksian orang-orang yang menyaksikan kelahiran-Nya, mujizat dan tanda heran yang Yesus lakukan, pengajaran-pengajaran-Nya, dan apa yang Yesus kerjakan di dunia. Dia merupakan satu-satunya orang bukan Yahudi yang menulis sebuah kitab dalam Alkitab.

Roh Kudus mendorong dia untuk menulis kepada Teofilus (artinya “seorang yang mengasihi Allah”) guna memenuhi suatu kebutuhan dalam jemaat yang terdiri dari orang bukan Yahudi akan kisah yang lengkap mengenai permulaan Kekristenan. Dari surat Paulus, kita mengetahui bahwa Lukas adalah seorang tabib (Kol. 4:14) dan seorang rekan kerja Paulus yang setia (2Tim. 4:11). Dari penulisan Lukas sendiri kita mengetahui bahwa ia seorang yang berpendidikan tinggi, penulis yang terampil, sejarahwan yang teliti, dan teolog yang diilhami. Tampaknya sebelum Injil Lukas ini ada, gereja bukan Yahudi belum memiliki Injil yang lengkap atau yang tersebar luas mengenai Yesus Kristus. Matius menulis Injilnya pertama-tama bagi orang Yahudi, sedangkan Markus menulis sebuah Injil yang singkat bagi gereja di Roma. Orang percaya bukan Yahudi yang berbahasa Yunani memang memiliki kisah-kisah lisan mengenai Yesus yang diceritakan oleh para saksi mata, juga intisari tertulis yang pendek tetapi tidak suatu Injil yang lengkap dan sistematis.

B.    Tujuan

Lukas menulis Injil ini kepada orang-orang percaya bukan Yahudi guna menyediakan suatu catatan yang lengkap dan cermat tentang segala sesuatu yang diajarkan dan dikerjakan Yesus sampai hari Dia terangkat. Lukas yang menulis dengan ilham Roh Kudus, menginginkan agar Teofilus dan orang percaya bukan Yahudi yang ingin mengetahui kebenaran akan mengetahui dengan pasti kebenaran yang tepat yang telah diajarkan kepada mereka secara lisan selama ini. Kenyataan bahwa tulisan ini ditujukan kepada orang-orang bukan Yahudi tampak dengan jelas di seluruh kitab Injil ini; misalkan, Lukas merunut silsilah Yesus sebagai manusia sampai kepada Adam (Luk. 3:23-38) dan tidak hanya sampai Abraham seperti yang dituliskan oleh Matius.
Lukas menulis Injil ini dengan sudut pandang Yesus Sebagai Anak Manusia.

C.    Waktu dan Tempat Penulisan

Lukas menulis Injil ini kira-kira pada tahun 62-68 M di Kaisarea, Yunani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: