Sedikit Tapi Berarti (Renungan Harian)

Selasa, 31 Januari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Lukas 9

Tetapi Ia berkata kepada mereka, “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab, “Yang ada pada kami tidak lebih daripada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.” (Lukas 9: 13).

Perintah yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya kelihatannya adalah suatu perintah yang mustahil. Mereka pada saat itu sedang ada di daerah yang terpencil (ayat 12), tetapi Yesus memberikan perintah untuk memberi makan lima ribu orang lebih. Walaupun rombongan dari Yesus memiliki keuangan yang cukup untuk membeli makanan untuk semua orang yang ada di situ (ayat 13), akan tetapi ada hal yang diluar dari kemampuan mereka yaitu hari sudah mulai malam (ayat 12a).
Kemampuan finansial kadang menjadi sebuah tolak ukur daripada kekuatan seseorang. Hal ini pun tidak lepas kadang kekuatan dalam gereja pun diukur dari banyaknya keuangan yang dimiliki. Ada gereja yang kuat dalam finansial, ada yang lemah. Bagi gereja yang kuat dalam finansial, keuangan, admisnistrasi mungkin bukanlah menjadi sebuah masalah bagi gereja. Akan tetapi bagi gereja dalam melaksanakan perintah Tuhan (Mat. 28:19-20) tetap ada hal-hal yang tidak bisa diselesaikan dengan uang. Walaupun para murid, memiliki kemampuan untuk membeli makanan bagi semua orang yang ada di situ tetapi mereka tidak bisa membayar waktu supaya malam tidak datang, atau memperlambat datangnya malam supaya perintah Tuhan itu terlaksana.

Dalam melaksanakan perintah Tuhan kita memerlukan kuasa dari Tuhan untuk memimpin. Memberikan apa yang kita miliki kepada Tuhan supaya perintah Tuhan bisa terlaksana. Keberhasilan kita dalam melaksanakan perintah Tuhan bukan terletak pada seberapa kuatnya kita tapi apakah Tuhan ada dan turut serta dalam pekerjaan tersebut. Yesus setelah mendengar laporan dari para murid, mengajak mereka ke tempat yang sepi dan terpencil supaya mereka bisa beristirahat dan berdoa (ayat 10).

Perlu dan wajib ada kebiasaan doa bagi sebuah gereja kalau gereja tersebut mau untuk maju dan mampu melaksanakan amanat agung yang Tuhan berikan. Satu contoh yang sederhana, gereja-gereja di daratan China. Mereka bisa merintis dan membangun gereja yang megah dan memiliki jemaat yang ribuan bahkan jutaan banyaknya padahal mereka ada di negara komunis. Menurut kesaksian dari saudara-saudari yang pernah berkunjung, jemaat di daratan China memiliki kebiasaan doa yang luar biasa. Satu jam sebelum kebaktian mereka sudah berdatangan dan berdoa, setelah kebaktian mereka juga kembali berdoa bersama-sama. Saya yakin, kitapun mampu melakukan apa yang mereka lakukan karena kita memiliki Tuhan yang sama, iman yang sama, baptisan yang sama.

Mari kita tingkatkan kebiasaan doa yang kita miliki baik di rumah maupun dalam gereja, dan saya yakin Tuhan pasti akan menyertai kita senantiasa sehingga kita bisa mewujudkan amanat agung dari Tuhan Yesus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: