Ketika Berjalan Pulang (Renungan Harian)

Kamis, 16 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

 
Lukas 23
“Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu diletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya mengikuti Yesus.”
Lukas 23:26

Simon dari Kirene, ayah Aleksander dan Rufus (Mark. 15:21) baru saja datang dari luar kota, dia belum lagi pulang ke rumah bertemu dengan keluarganya sudah dicegat di tengah jalan dan dipaksa membantu memikul kayu salib seorang tahanan yang akan dihukum mati. Di sepanjang jalan, orang-orang mengolok-olok rombongan tersebut. Satu keadaan yang benar-benar Simon tidak menduga akan terjadi dalam hidupnya. Mungkin dalam perjalanannya tersebut dia tadinya berhenti sejenak untuk melihat kerumunan yang ada, karena banyak orang berteriak, banyak orang menangis, ahli-ahli taurat dan para imam berjalan dalam rombongan dengan tentara-tentara roma menuju ke luar Yerusalem.

Simon pada waktu itu bisa saja merasa kesal, dia hanya orang yang lewat dalam perjalanan pulang untuk bertemu keluarganya tapi disuruh membantu memikul salib, sebatang kayu yang akan digunakan untuk menghukum mati seseorang. Bisa saja orang salah mengira bahwa dia yang akan disalibkan. Mungkin dia memikul salib tersebut dengan berat hati, dengan terpaksa.
Dalam kehidupan kita bisa saja kita terjebak dalam keadaan seperti Simon dari Kirene. Terpaksa membantu seseorang yang kita tidak kenal, padahal kita sedang melakukan sesuatu yang sangat kita idamkan. Kadang bukan hanya itu tapi orang yang kita tolong merupakan orang yang dibenci, tidak diharapkan sehingga kita yang menolong pun bisa jadi ikut dibenci, diolok-olok. Ketika terjebak dalam keadaan tersebut kemungkinan besar yang kita rasakan adalah kekesalan, kita mungkin merasa menjadi orang yang ada di tempat dan waktu yang salah.

Simon dari Kirene walaupun terpaksa menolong orang itu untuk membawa salib, tanpa sadar dia menolong Raja dari segala raja, Tuan dari segala tuan, dan dia sedang membantu pekerjaan yang akan menyelamatkan jiwa dari seluruh umat manusia dari sejak dunia diciptakan sampai nanti dihancurkan. Ketika kita mendapatkan kesempatan untuk menolong seseorang, mari kita melakukannya dengan segera, karena kita tidak akan tahu bagaimana akibat dari tindakan kita apakah memberi dampak atau tidak di hari depan.

“Peliharalah kasih persaudaraan! Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.”
Ibarani 13:1-2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: