Lain di Luar, Lain di Dalam (Renungan Harian)

Senin, 13 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Lukas 20

“Ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala mengamat-amati Yesus. Mereka menyuruh kepada-Nya mata-mata yang berlaku seolah-olah orang jujur, supaya mereka dapat menjerat-Nya dengan suatu pertanyaan dan menyerahkan-Nya kepada wewenang dan kuasa wali negeri.”
Lukas 20: 20

Dalam pasal 20 ini kita melihat berkali-kali ahli Taurat, para imam, dan orang Saduki berusaha untuk menjebak Yesus. Mulai dari pertanyaan mengenai asal kuasa Yesus (ayat 1-2), membayar pajak bagi Kaisar (ayat 20-23), sampai pertanyaan mengenai kebangkitan (ayat 27-33).  Para ahli Taurat adalah orang-orang yang memegang pimpinan di daerah Yahudi, mereka lebih unggul dari orang-orang Yahudi biasa karena mereka hapal akan Hukum Taurat. Yesus mengatakan bahwa mereka menduduki kursi Musa (Mat. 23:2). Awal terbentuknya orang-orang Farisi, ahli Taurat memiliki niat yang baik yaitu kembali melaksanakan Hukum Taurat karena berkali-kali bangsa Yahudi mengalami penderitaan karena tidak pernah melaksanakan Hukum Taurat sepenuhnya. Lama-kelamaan mereka hanya menginginkan penghormatan dari orang-orang, menginginkan pandangan dan decak kagum dari orang-orang (ayat 46-47). Apa yang ada di luar berbeda dengan apa yang ada di dalam. Di luar mereka kelihatannya memegang Hukum Taurat, hidup sesuai dengan perintah Tuhan, sementara di dalam mereka mengejar keuntungan pribadi.

Sering kali gereja kita dianggap sebagai kumpulan ahli taurat, orang-orang Farisi karena kita berusaha melakukan apa yang diajarkan Yesus dalam Alkitab dengan sepenuhnya, karena kita meneliti Alkitab. Marilah kita menjadikan anggapan orang-orang itu sebagai sebuah alat untuk memeriksa diri kita. Apakah benar apa yang ada di luar berbeda dengan apa yang ada di dalam? Apakah  usaha yang kita lakukan untuk melaksanakan perintah Tuhan dengan sepenuhnya memiliki latar belakang yang benar, atau semata-mata karena kita ingin dihormati, dipandang oleh orang lain?

Tuhan mengharapkan kita lebih benar dari ahli taurat. “Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Mat. 5: 20). Seseorang dikatakan lebih ketika dia memiliki apa yang dimiliki orang lain dan memiliki apa yang tidak dimiliki orang lain. Hidup keagamaan kita lebih benar dari orang Farisi ketika kita memiliki apa yang dimiliki orang Farisi yaitu tekad, usaha mereka dalam memegang hukum Tuhan, meneliti Kitab Suci, dan memiliki apa yang tidak dimiliki oleh orang Farisi yaitu kasih yang mendasari pelaksanaan hukum Tuhan tersebut. Kalau kita hanya memiliki kasih maka kita tidaklah bisa dikatakan lebih benar atau lebih baik dari orang Farisi. Lakukan perintah Tuhan dengan sepenuhnya dan miliki kasih dalam melakukan perintah Tuhan tersebut. Bersikaplah di luar dan di dalam sama yaitu berusaha melaksanakan perintah Tuhan karena kita ingin menyenangkan hati Tuhan dan mendapat keselamatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: