Menanti Janji Tuhan (Renungan Harian)

Minggu, 19 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 1

Akhirnya kita sampai pada subtema kedua dari pembacaan Alkitab kita yaitu mengenai gereja. Dalam subtema kedua ini kita akan sama-sama membaca Kisah Para Rasul dan Efesus. Kisah Para Rasul menuliskan mengenai gereja yang dirintis oleh para rasul. Sering kali kita mendengar bahwa gereja para rasul merupakan gereja yang pengajaran, dan bentuknya sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan, bahwa inilah satu bentuk gereja yang sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan. Ketika kita membaca Kisah Para Rasul ini, marilah kita berpikir bahwa seperti inilah gereja kita seharusnya dan apa yang harus kita perbuat supaya gereja kita menjadi sama seperti gereja para rasul.

Dalam Kisah Para Rasul 1 kita bisa melihat penantian yang dilakukan oleh para pengikut Kristus. Mereka selama kurang lebih 10 hari selalu berkumpul di ruang atas sebuah rumah yang menjadi tempat mereka untuk menumpang (ayat 13). Perkumpulan tersebut kurang lebih berjumlah seratus dua puluh orang banyaknya (ayat 15). Mereka ada di situ menantikan janji Tuhan akan turunnya Roh Kudus (ayat 4-5). Dalam penantian tersebut mereka bukanhanya duduk diam, tapi ada beberapa hal yang mereka lakukan:

  • Satu hati berdoa bersama (ayat 14).

  • Mencari orang yang menggantikan posisi Yudas (ayat 15-26)
    Yudas merupakan salah seorang dari dua belas rasul, yaitu murid-murid Yesus yang paling dekat dengan Dia dan banyak menerima pengajaran khusus dari Yesus. Bisa dibilang bahwa kedua belas rasul ini merupakan pemimpin dari pengikut Yesus waktu itu. Karena Yudas telah membunuh dirinya sendiri maka Petrus mengajukan supaya kedudukan Yudas yang kosong diisi oleh orang lain. Dalam memilih pengganti Yudas ada dua hal yang mereka lakukan:
    a.    Mereka berdoa (ayat 24).
    b.    Mereka membuang undi (ayat 26)
    Pembuangan undi pada waktu itu merupakan satu cara untuk memilih dengan menyerahkan sepenuhnya keputusan pada Tuhan karena pemahaman mereka adalah undi tersebut jatuh pada seseorang itu adalah atas keputusan dari Tuhan (Amsal 16:33).

Dalam masa penantian mereka bukan hanya duduk diam, tapi melakukan sesuatu dengan sebisa mereka, apa yang masih bisa mereka lakukan. Demikian juga dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Pada saat ini kita sedang ada dalam masa penantian atas kedatangan Tuhan yang kedua kalinya. Marilah kita melakukan sesuatu yang bisa kita lakukan, bukan hanya duduk diam menanti.

Mari kita senantiasa berdoa seperti para rasul, melakukan apa yang baik, yang sesuai dengan kehendak Tuhan, melayani dengan giat di dalam gereja, menjadi garam dan terang dunia, mengabarkan Injil yang telah dipercayakan kepada kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: