Pengantar Kisah Para Rasul (Renungan Harian)

oleh: Penginjil Toni Antonius

Penulis:
Lukas

Walaupun namanya tidak disebutkan dalam seluruh buku, berdasarkan pada (Luk. 1:3; Kis. 1:1-2), penulis menyebutkan bahwa dia sebelumnya telah menulis sebuah buku (Injil Lukas). Isi, struktur, kebiasaan dan ciri khas pada penulisan dari kedua buku sebagian besar sama. Dipakainya istilah dalam bidang medis (Luk. 4:38; 8:43-44; Kis. 3:2,7: 13:11; 28:8) dan informasi lainnya, ini menjadi satu bukti bahwa penulis memiliki gambaran yang cocok dengan “tabib terkasih” Lukas (Kol. 4:14). Terkhususnya ketika kita melihat pemakaian kata ganti “mereka” dan “kami” yang muncul dalam buku (16:10-18; 20:5-16; 21:1-18; 27:1-28:16).  Diduga penulis menjadi bagian dari perjalanan Paulus.

Diantara para penulis dalam Perjanjian Baru, Lukas merupakan satu-satunya orang bukan Yahudi. Injil Lukas dan Kisah Para Rasul yang ditulis oleh Lukas tebalnya melebihi seperempat bagian dari Perjanjian Baru, lebih panjang dari 13 surat Paulus.


Ditujukan kepada:

Teofilus.

Kemungkinan merupakan pejabat tinggi Kerajaan Romawi yang telah percaya karena Lukas. Dalam buku ini Lukas tidak memanggil dia dengan jabatannya. Hal ini kemungkinan besar karena dia sudah menjadi orang percaya yang mencintai Tuhan.

Tanggal Penulisan:
Kira-kira tahun 62, kemungkinan besar pada waktu Paulus dipenjara di Roma, Paulus membimbing Lukas dalam penulisannya.

Tempat Penulisan:
Roma

Tujuan Penulisan:
Untuk memajukan pendidikan Teofilus (artinya “Orang yang Mencintai Tuhan”) mengenai iman pada Yesus Kristus. Dari panjangnya surat yang ditulis ini kita bisa melihat besarnya semangat penginjilan dari Lukas. Lukas menuliskan perkembangan kekristenan secara sistematik dan terperinci. Karena perkembangan dari penyebaran Injil, perintah dari Yesus sebelum Dia terangkat telah tergenapi “Mengabarkan Injil sampai ke ujung dunia (1:8; 28:31).

Dalam buku ini, Lukas juga memperkenalkan pekerjaan dari Roh Kudus (kata Roh Kudus muncul lebih dari 57 kali dalam buku ini). Tuhan yang telah bangkit mengatur jemaat-jemaat dalam dunia melalui Roh Kudus. Oleh karena itu buku ini juga bisa dikenal sebagai “Kisah dari Roh Kudus” atau “Injil Roh Kudus”.

Lukas juga menerangkan mengenai asal usul, organisasi, karakteristik dan perkembangan dari gereja. Oleh karena itu, buku Kisah Para Rasul bisa dianggap sebagai jembatan yang mengkaitkan Injil dengan surat-surat lainnya. Keempat Injil mengjelaskan mengenai pengorbanan Yesus dan ini bisa digambarkan sebagai “benih yang ditabur ke dunia dan mati”.  Kisah Para Rasul memberitahukan mengenai kebangkitan dari Tuhan Yesus dan perkembangan dari gereja. Hal ini bisa digambarkan sebagai “menghasilkan banyak buah (Yoh. 12:24). Penyelamatan dari Kritus adalah melalui kasih dari Kristus, dalam arti Dia mengijinkan orang asing dan orang Yahudi untuk menjadi satu. Khususnya dibawah kekejaman kekuasaan dari Kerajaan Romawi, Gereja menunjukkan sikapnya yang luar biasa dengan tidak mencampuri politik atau menjadi ancaman bagi Kekaisaran Romawi (18:15; 23:29; 25:8, 19; 26:32). Musuh dalam peperangan Kristen adalah kejahatan. Tugas dari gereja adalah untuk merebut dan membawa jiwa-jiwa manusia dari kegelapan menuju terang. Diharapkan dengan perkenalan ini bisa membawa pengetahuan yang besar bagi kita dan menerangkan kita dalam arah perkembangan gereja dalam arah perkembangan yang benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: