Persahabatan dengan Mamon (Renungan Harian)

Rabu, 8 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Lukas 16
“ Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”
 Lukas 16:9

Ketika membaca mengenai perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur yang ada di ayat 1-8 kadang kita bingung dengan apa yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus. Pengartian yang salah dari perumpamaan tersebut mengatakan bahwa kalau kita bekerja harus mempergunakan jabatan dengan baik termasuk boleh melakukan penggelapan, atau boleh menolong seseorang dengan cara yang tidak benar. Kalau menurut saya kunci dari perumpamaan itu ada di ayat 8b “Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya daripada anak-anak terang.”

Bahwa perumpamaan bendahara yang tidak jujur menggambarkan keadaan yang banyak terjadi dalam dunia pekerjaan, suap-menyuap, sikut kanan kiri, atau kalau rekan saya katakan “jurus Kodok” (jilat ke atas, tendang ke bawah). Kita sebagai anak-anak terang haruslah cerdik dalam menghadapinya dengan tetap menjaga diri kita tetap tulus seperti merpati. Untuk mencegah salah arti dari perumpamaan ini, Tuhan menyampaikan pengajaran yang selanjutnya yaitu setia dalam perkara kecil (ayat 10-12). Dalam ayat tersebut, Yesus mengajarkan bahwa kita harus menjadi setia dalam perkara Mamon yang tidak jujur.

Menjadi orang Kristen bukanlah berarti tidak boleh menjadi kaya. Berkat Tuhan kepada setiap orang berbeda-beda. Ada orang-orang yang diberikan berkat lebih oleh Tuhan untuk dikelola. Orang-orang dunia ketika mendapat kekayaan, mereka pandai dalam memanfaatkan kekayaan tersebut. Mereka menginvestasikan kekayaan pada saham, tanah, logam mulia, mencari teman-teman yang bisa membantu mereka di masa depan seperti bendahara yang memanfaatkan uang untuk mengamankan kedudukannya nanti ketika tidak lagi bekerja. Tuhan menginginkan kita bisa belajar dari mereka, bukan untuk mengejar kekayaan dan kepastian kedudukan di dunia tapi terlebih dalam mengejar kekayaan dan kepastian kedudukan rohani di Sorga kelak.  Hal yang harus kita perhatikan benar-benar adalah ketika kita mau menggunakan mamon tentu kita perlu untuk mendapatkannya. Saat kita mencarinya itu jangan sampai akhirnya pelan-pelan tanpa sadar kita menjadi hamba dari mamon tersebut. Tetaplah menjadi hamba Tuhan dalam menggunakan mamon yang tidak jujur.

Catatan: Mamon adalah bahasa Ibrani yang berarti kekayaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: