Pintu yang Sesak (Renungan Harian)

 Minggu, 5 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Lukas 13
“Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu:Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.” 
Lukas 13:24

Sepenggal jawaban di atas diucapkan oleh Yesus ketika ada yang menanyakan jumlah orang yang diselamatkan (ayat 23). Ketika kita melihat jawaban Yesus mengenai jumlah orang yang diselamatkan kita bisa melihat beberapa hal yang disampaikan Yesus.

  • Pintu untuk masuk ke keselamatan adalah pintu yang sesak.
    Pintu tersebut bukanlah pintu yang lebar dan mudah untuk dilalui. Pintu itu adalah Tuhan Yesus (Yoh. 10:9).Masuk mendapatkan keselamatan adalah melalui Tuhan Yesus. Saya teringat suatu ketika saya mengunjungi rumah jemaat. Untuk mencapai rumah jemaat tersebut, ada satu jalan yang sempit yang harus dilalui. Karena badan saya tergolong besar maka akhirnya ketika melewati jalan tersebut saya harus berjalan menyamping. Tidak mudah untuk melewati jalan tersebut karena saya ada dalam kondisi yang tidak nyaman untuk berjalan. Demikian juga mengenai keselamatan, tidaklah mudah untuk masuk melalui pintu tersebut. Kita harus menyesuaikan diri dengan bentuk pintu itu, bukan pintu itu yang menyesuaikan diri dengan kita. Kita yang menyesuaikan diri dengan kehendak Yesus, bukan Yesus yang menyesuaikan diri dengan kita.

Ketika melihat perkembangan Kekristenan saat ini, satu sisi saya bersukacita karena gereja-gereja semakin berkembang, banyak orang percaya kepada Yesus Kristus. Di sisi yang lain ada hal-hal yang menganggu saya, salah satunya adalah mengenai bagaimana menjadi pengikut Kristus. Ada gereja yang berpendapat bahwa untuk diselamatkan kita hanya perlu percaya, mengakui dan menerima Yesus sebagai juru selamat.  Satu contoh: Baptisan bisa dimana saja, dengan cara apa saja. Bukankah apa yang dilakukan sekarang adalah pintu tersebut yang dipaksakan menyesuaikan dengan keadaan kita, bukan kita yang menyesuaikan diri dengan bentuk pintu? Kalau begitu dimana letak kesulitannya, padahal Yesus mengatakan untuk masuk diperlukan sebuah perjuangan. Bahkan Dia katakan bahwa banyak orang berusaha tapi tidak dapat masuk.

Perlu ada satu perjuangan karena kita harus menyesuaikan diri dengan pintu tersebut. Kita harus mengikuti apa yang diperintahkan, diteladankan dan diajarkan oleh Tuhan Yesus dan para rasul.

 

  • Ada waktunya dimana pintu akan ditutup (ayat 25-27)
    Pintu yang sesak untuk menuju keselamatan tidak selamanya dibuka. Ada waktunya dimana tuan rumah yaitu Tuhan Yesus menutup pintu tersebut. Ketika pintu tersebut sudah ditutup, tidak ada lagi kesempatan untuk masuk. Ada orang-orang yang memohon, mengetok-ngetok pintu, dan orang-orang ini adalah orang-orang yang mengenal Yesus Krsitus, tapi pintu tetap tidak dibukakan. Kapan waktunya pintu tersebut ditutup tidaklah disebutkan oleh Yesus.

 

Karena itu selama pintu itu masih terbuka, gunakan kesempatan yang ada untuk berjuang masuk.
Berjuanglah terus untuk masuk dan mendapatkan keselamatan sampai kita bisa memastikannya, seperti yang dilakukan oleh Paulus dan rasul-rasul yang lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: