Rencanakan dan Pertimbangkan (Renungan Harian)

Senin, 6 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Lukas 14

Ketika kita membaca Lukas 14:28-33 banyak yang mengartikan bahwa seseorang sebelum melakukan sesuatu haruslah mengadakan perhitungan dan perencanaan terlebih dahulu. Pengartian bagian ini memang benar mengenai perencanaan dan perhitungan. Perencanaan dan perhitungan ini bukan saja diperlukan ketika menjalani kehidupan di dunia, tapi juga ketika kita mengikuti Yesus Kristus. Dalam Lukas pasal ini di ayat 25-35, Yesus mengajar orang banyak mengenai bagaimana mengikut Dia (ayat 25). Mengenai perencanaan dan perhitungan Yesus memberikan dua perumpamaan yang mrmpunyai kemiripan yaitu tentang orang yang mau membangun menara, dan raja yang akan maju berperang.

  • Rencana Pembangunan Menara
    Ketika mau membangun menara, dipertimbangkan pengeluaran-pengeluaran, pengorbanan yang harus dilakukan supaya setelah mulai membangun, menara tersebut bisa diselesaikan pembangunannya.

Ketika kita memutuskan untuk mengikuti Yesus, kita juga harus duduk dan mempertimbangkan apa yang harus kita korbankan, keluarkan untuk mengikuti Yesus sampai selesai, yaitu sampai kita meninggalkan dunia ini. Mungkin ketika kita mau mengikut Yesus, kita mendapat pertentangan dari keluarga yang belum percaya, dikucilkan lingkungan, keluar dari pekerjaan, dll. Pikirkan baik-baik karena setelah kita memutuskan untuk mengikut Yesus kita harus berusaha untuk menyelesaikannya. Ketika kita tidak bisa menyelesaikannya, mengikut Yesus sampai akhir, maka kita hanya akan mendapat cemooh, celaka.

Banyak yang tidak merencanakan ketika mengikut Yesus sehingga dengan mudah mendaftarkan diri mengikuti baptisan, setelah dibaptis karena bentrok dengan saudara seiman, karena paksaan pasangan atau orang tua, karena pekerjaan, akhirnya meninggalkan gereja. Penulis kitab Ibrani mengingatkan kita dalam Ibrani 6:4-6 bahwa seseorang yang sudah mengikuti Yesus (tentu saja termasuk menerima baptisan) tapi murtad, tidak akan bisa dipulihkan kembali seperti ketika dia pertama kali dibaptis. Ketika kita memiliki perencanaan, tahu apa yang akan lepas dari tangan kita ketika mengikuti Tuhan Yesus, dan hal itu benar-benar terjadi, maka kita bisa menerimanya.

Pikirkan baik-baik sebelum kita memberikan diri dibaptis, mengikuti Tuhan Yesus karena setelah kita mulai, kita harus mengerjakannya sampai selesai.

 

  • Raja yang memikirkan strategi debelum berperang.
    Mengikut Yesus adalah seperti prajurit yang harus berperang. Ketika kita mengikut Yesus, kita harus berperang dengan dunia, hawa nafsu, dan iblis. Apakah kita siap untuk menghadapi mereka?Yesus memberikan perumpamaan bahwa kekuatan musuh dua kali lebih besar dari kekuatan  kita. Kalau kita tidak siap lebih baik kita berdamai dengan mereka. Tapi satu hal yang perlu kita ingat ketika memutuskan apakah kita akan berdamai dengan dunia, dan Iblis yaitu perdamaian dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah (Yakobus 4:4). Pikirkan baik-baik, manakah yang lebih kuat untuk kita jadikan sekutu apakah Yesus atau dunia?

 

Dari perumpamaan di atas Tuhan mengingatkan bahwa ketika mengikut Yesus kita harus membuat perencanaan dan pertimbangan supaya kita bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan memperoleh kemenangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: