Tempat Pelita Diletakkan (Renungan Harian)

Kamis, 2 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Lukas 11

“Tidak seorang pun yang meyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya.” Lukas 11: 33

Perumpamaan mengenai pelita ini disampaikan oleh Lukas dua kali. Yang pertama di Lukas 8:16, dan yang kedua di Lukas 11:33. Hal ini menunjukkan betapa menurut Lukas hal ini merupakan hal yang penting untuk diingat. Apakah maksud dari perumpamaan yang disampaikan Yesus tersebut?

Dalam Mazmur 119: 105, Daud mengatakan bahwa firman Tuhan adalah pelita bagi kakinya. Hal yang senada juga disampaikan Petrus dalam suratnya di 2 Petrus 1:19 yang mengatakan bahwa firman yang disampaikan melalui nabi adalah bagaikan sebuah pelita. Salomo, anak Daud mengatakan bahwa perintah itu adalah pelita, dan ajaran itu cahaya (Ams. 6:23). Dari kesaksian tiga orang di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa pelita melambangkan firman Tuhan. Seseorang menyalakan pelita berarti orang tersebut meneliti atau berusaha untuk memahami firman Tuhan, mau untuk menggunakan firman Tuhan sebagai penerang bagi sekelilingnya.

Ada tiga pilihan tempat yang disebutkan oleh Yesus yaitu di kolong rumah, di bawah tempayan, dan di atas kaki pelita.

  • Pelita tidak mungkin diletakkan di kolong rumah.
    Diletakkan di kolong rumah artinya kedudukan pelita ada di bawah dari rumah. Dalam hidup kita hendaknya firman Tuhan tidak diletakkan di bawah kepentingan rumah tangga. Bukan berarti kita kemudian mengabaikan anak istri, tidak memperdulikan keadaan rumah tangga demi firman Tuhan. Contoh: Di satu keluarga memiliki 2 orang anak yang masih kecil. Ketika masa-masa natal tiba, banyak rumah yang memajang dan menghias pohon natal. Sang anak ketika melihat rumah teman-teman dan tetangganya kemudian merengek meminta orang tua untuk menghias pohon natal juga. Apakah yang akan dilakukan oleh kedua orang tua, mengatakan tidak pada permintaan anak, atau mengikuti permintaan anak untuk menghias pohon natal? Ketika kedua orang tua kemudian meyetujui dan menghias pohon natal di rumah, mereka secara tidak langsung menaruh pelita di bawah kolong rumah.
  • Pelita tidak mungkin diletakkan di bawah tempayan.
    Tempayan merupakan tempat untuk mengisi air atau minyak, kedua benda ini digunakan untuk menyambung hidup. Tempayan bisa kita katakan sebagai lambang dari sumber penghidupan (pekerjaan). Yesus mengajarkan bahwa seorang yang mempelajari dan berusaha melaksanakan firman Tuhan tidaklah meletakkan firman Tuhan tersebut di bawah pekerjaan/penghidupannya. Memang tidaklah mudah untuk meletakkan firman Tuhan di atas pekerjaan, atau dengan kata lain bekerja dengan prinsip-prinsip dalam Alkitab sementara saingan kita dalam bekerja tidaklah mengikuti prinsip Alkitab. Contoh: Sebagai seorang sales haruslah berusaha mendongkrak penjualan. Biasanya sales akan berusaha menyenangkan hati dari calon pembeli. Ketika klien tersebut meminta sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan contohnya membuat bon ganda, apa yang kita lakukan jika kita merupakan sales tersebut? Apakah kita akan menurutinya supaya dia puas dan akhirnya membeli barang kita, atau kita akan menolaknya dengan kemungkinan kita akan kehilangan seorang pembeli?
  • Pelita diletakkan di kaki pelita
    Kaki pelita pada zaman dahulu dibuat dengan ukuran yang cukup tinggi sehingga bisa menerangi seluruh ruangan. Meletakkan pelita firman Tuhan di tempat yang tinggi sehingga bisa dilihat oleh semua orang. Dari perbuatan kita, orang bisa mengatakan bahwa kita merupakan orang Kristen. Tetangga kita bisa mengatakan bahwa keluarga kita adalah keluarga Kristen. Kita hidup, berjalan, berpikir sesuai dengan perintah Tuhan.

Untuk bisa meletakkan pelita di kaki pelita bukanlah satu hal yang mudah, banyak tantangan dan halangan yang menghadang. Masalahnya adalah beranikah kita mengambil resiko untuk terlihat di dunia yang gelap atau kita akan menyamar sehingga tidak tampil beda?

“Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Allah.”
Efesus 4: 8-10 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: