Tatapan di Pintu Gerbang Indah

Rabu, 21 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 3

“Mereka menatap dia dan Petrus berkata:”Lihatlah kepada kami.” Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan mendapat sesuatu dari mereka.”
Kisah Para Rasul 3:4-5

Orang lumpuh di Gerbang Indah ini sejak kecil menderita sakit. Setiap harinya dia diletakkan di pintu Gerbang Indah untuk meminta sedekah. Di hari itupun tidak ada keinginan lain dalam hatinya selain meminta sedekah kepada orang-orang yang lewat. Dia tidak bisa melakukan pekerjaan apapun untuk menopang kehidupannya selain meminta sedekah. Ketika bertemu dengan Petrus dan Yohanes, dia pun mengulurkan tangan meminta sedekah. Kedua orang ini bukannya langsung memberi sedekah seperti yang dilakukan orang-orang lainnya, tapi mereka berhenti dan salah seorang dari mereka menyuruh dia untuk menatapnya. Mungkin orang ini akan memberikan sedekah dengan jumlah yang besar, itu yang timbul dalam pikirannya. Dia menatap dengan mata penuh harapan bahwa orang tersebut akan memberikan sedekah yang besar. Tiba-tiba orang itu berkata “Emas dan perak tidak ada padaku,..”. Bagaimana perasaan orang lumpuh itu ketika mendengar perkataan Petrus? Heran, kaget, kesal, bertanya-tanya, berbagai macam perasaan ada dalam hatinya. Tapi kemudian terjadi hal yang luar biasa bahwa dia bisa berjalan. Satu pengalaman yang sudah lama sekali dia lupakan atau bahkan belum pernah dia alami.

Dalam hidup kitapun kadang kita seperti orang lumpuh itu. Setiap harinya kita datang menghadap Tuhan dengan sebuah permohonan dalam hati kita. Permohonan kita mungkin tidaklah jauh-jauh dari kebutuhan hidup sehari-hari di dunia. Dalam gereja kita mendengar firman Tuhan, di rumah kita membaca firman Tuhan yang memberikan harapan seperti perkataan Petrus yang meminta orang itu menatap dia. Tapi kenyataan-kenyataan yang selanjutnya dihadapi bisa saja mendatangkan kekecewaan sesaat karena permohonan kita tidaklah dipenuhi. Marilah kita tetap setia dan mengikuti apa yang diperintahkan oleh Tuhan seperti orang lumpuh ini setelah mendengar perkataan Petrus bahwa Petrus tidak memiliki sesuatu yang diharapkannya bukan kemudian tidak memperdulikan Petrus tapi mengikuti perintah Petrus dan berusaha berdiri (ayat 6-7). Walau permohonan kita tidaklah dipenuhi Tuhan, keinginan kita tidaklah diberikan oleh Tuhan tapi tetaplah mengikuti perintah Tuhan dan yakinlah bahwa kita akan melihat, mengalami sesuatu hal yang tidak terduga. Tuhan memberikan hal-hal yang luar biasa yang tidak terpikirkan, tidak terduga.

Yang selanjutnya kita lakukan juga menjadi hal yang patut kita perhatikan. Apakah kita kemudian terlena dengan sukacita kita, langsung pulang atau kita memuji dan memuliakan nama Tuhan. Orang lumpuh ini tetap ada di Bait Allah, mengikuti Petrus dan Yohanes sehingga orang-orang bisa mengenal dia, mengikuti mereka dan banyak orang yang kemudian mendengar khotbah Petrus di Serambi Salomo (ayat 8-11). Jadilah saksi Kristus yang menyiarkan kebaikan Yesus atas kehidupan kita sehingga mereka yang mendengar, melihat menjadi tertarik dan berkumpul untuk mendengar firman Tuhan. Apa yang dilakukan oleh orang lumpuh ini adalah hal yang sangat sederhana tapi memberikan pengaruh yang luar biasa, karena keberadaannya orang-orang jadi tertarik, berkumpul sehingga Petrus bisa mulai berkhotbah memberitakan injil. Jadilah saksi Kristus dalam hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: