Setelah Tiga Jam (Renungan Harian)

Kamis, 23 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 5

“Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.”
Kisah Para Rasul 5:7

Sebuah peristiwa besar yang pertama kali terjadi di antara orang-orang percaya. Peristiwa ini bukanlah peristiwa kesembuhan, bukanlah peristiwa kebangkitan tapi peristiwa ini adalah sebuah peristiwa yang membawa celaka bagi seorang umat percaya yang bernama Ananias. Ananias telah berbohong mengenai hasil penjualan tanah miliknya yang diserahkan kepada gereja (ayat 1-2). Akibat daripada dustanya adalah dia meninggal seketika itu juga (ayat 4-5). Peristiwa yang pertama kali terjadi ini tentulah mengguncangkan iman dari orang-orang percaya pada waktu itu, tapi anehnya peristiwa itu tidak sampai pada telinga dari Safira, isteri Ananias sampai tiga jam berlalu akhirnya Safira menyusul Ananias menghadap Petrus.  Kita hanya bisa menduga-duga penyebabnya, bisa saja karena Ananias dan Safira adalah pasangan suami istri yang tidak disukai jemaat, atau karena jemaat terlalu kaget dan takut sehingga tidak berani membicarakannya bahkan mereka tidak berani menyampaikannya kepada Safira. Apapun alasan dari tidak sampainya berita itu ke Safira, ketika saya merenungkan kisah ini ada satu hal yang bisa saya petik yaitu pupuklah rasa takut dan hormat pada Tuhan.

Seorang yang percaya kepada Tuhan, dibaptis dalam nama Tuhan Yesus belum tentu memiliki rasa takut dan hormat pada Tuhan. Ananias dan Safira merupakan contoh yang nyata dimana mereka telah percaya dan dibaptis tapi mereka tidak memiliki rasa takut dan hormat pada Tuhan sehingga mereka membuat siasat untuk mendustai Roh Kudus.

Rasa takut dan hormat pada Tuhan paling mendasar bisa kita lihat pada saat kita sendirian, tidak tahu informasi seperti yang dialami oleh Safira, apakah pada saat itu kita berani melanggar perintah Tuhan atau tidak?Contoh yang paling jelas adalah yang dialami Yusuf ketika digoda istri Potifar. Pada waktu itu tidak ada orang lain selain mereka berdua di dalam rumah, tapi Yusuf tetap menolak untuk tidur dengan istri majikannya karena dia memiliki rasa takut dan hormat pada Tuhan (Kej. 39:8-9, 11).
Ketika kita semakin dekat dengan seseorang bisa saja kita kehilangan batas-batas kesopanan, tidak lagi mengingat perbedaan kedudukan, perbedaan usia sehingga membuat kita cenderung bersikap kurang ajar terhadap orang tersebut. Kedekatan kita dengan Tuhan memberikan efek yang berbeda. Semakin dekat diri kita dengan Tuhan maka semakin besar rasa hormat dan takut pada Tuhan sehingga semakin sedikit kita berani melakukan pelanggaran.

Perintah ini disampaikan kepada bangsa Israel mengenai pengangkatan seorang raja atas orang Israel “Apabila ia duduk di atas takhta kerajaan, maka haruslah ia menyuruh menulis baginya salinan hukum ini menurut kitab yang ada pada imam-imam orang Lewi. Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya.” (Ulangan 17:18-19)

Mari belajar menumbuhkan rasa takut dan hormat pada Tuhan dengan melakukan perintah-perintah-Nya dalam hidup sebagai orang Kristen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: