Tidak Bisa Menerima Kekalahan (Renungan Harian)

Jumat, 24 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 6

“Lalu mereka menghasut beberapa orang untuk mengatakan: Kami telah mendengar dia mengucapkan kata-kata hujat terhadap Musa dan Allah.”
Kisah Para Rasul 6:11

Pada waktu Injil sedang berkembang dengan pesat, muncul orang-orang yang bersebrangan dengan gereja. Salah satunya adalah orang-orang golongan Libertini. Orang-orang Libertini adalah orang-orang Yahudi yang lahir dalam tawanan Romawi di bawah kekuasaan Pompey, yang kemudian dibebaskan dan yang kemudian mempunyai tempat tinggal di Roma, dengan biaya sendiri membangun rumah ibadah di Jerusalem. Nama Libertini untuk membedakan mereka dengan orang Yahudi yang lahir dalam keadaan merdeka yang ada di Roma. Orang-orang Yahudi golongan Libertini bersama dengan orang-orang Yahudi lainnya bersoal jawab dengan Stefanus. Perdebatan mereka bukanlah perdebatan ekonomi, politik atau yang lainnya tapi perdebatan mengenai iman kepercayaan. Mereka tidak bisa menerima kekalahan dan kemudian akhirnya menyebarkan berita dusta mengenai Stefanus.

Dalam bergereja bisa terjadi perdebatan mengenai penafsiran suatu pengajaran dalam Alkitab. Ketika berdebat, kita mengeluarkan argumen-argumen supaya pendapat kita bisa diterima. Kadang ketika akhirnya pendapat kita tidak diterima, nafsu menguasai sehingga kita bisa berbuat apa yang dulu dilakukan oleh orang-orang Libertini ini pada Stefanus. Padahal kalau kita renungkan, ketika kita berargumen tentang penafsiran pengajaran Alkitab yang kita miliki bisa saja penafsiran kita salah. Ketika kita diberitahukan kebenaran, justru seharusnya kita bersyukur karena kita tidak salah langkah.
Bisa menerima kekalahan bukanlah hal yang mudah. Menerima kekalahan berarti mau menerima pendapat orang lain, memiliki kerendahan hati dan merupakan orang yang bisa berkembang dengan luar biasa. Jangan sampai ketika kita memang salah kita bukannya mengaku malah menyebarkan kabar-kabar yang tidak benar, berusaha mencari pembenaran, dll. Terimalah kekalahan kita, kesalahan kita sehingga kita bisa memperbaiki diri dan menjadi manusia yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: