Dipilih dan Dipakai Tuhan (Renungan Harian)

Selasa, 28 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 9

“Tetapi firman Tuhan kepadanya: Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.”
Kisah Para Rasul 9: 15

Firman Tuhan di atas disampaikan kepada Ananias yang ragu untuk pergi mendoakan Saulus karena menurut kabar yang dia dengar Saulus merupakan seorang yang menentang keras ajaran Yesus dan bermaksud membinasakan semua pengikut Yesus (ayat 13-14). Tetapi Tuhan Yesus berpikiran lain. Dia berencana untuk memakai Saulus menjadi alat-Nya dalam memberitakan nama-Nya.
Kalau kita melihat Saulus dari tindakannya terhadap orang-orang percaya maka kita bisa katakan dia merupakan orang jahat. Akan tetapi kalau kita melihat dengan sudut pandang yang lain dari sifat Saulus ini, maka kita mungkin bisa memiliki pandangan yang berbeda. Saulus merupakan seorang yang dididik dengan baik dalam Hukum Taurat, dia memiliki semangat yang kuat untuk membela keyakinannya. Dia bermaksud membunuh pengikut-pengikut Kristus karena pada waktu itu bagi orang Yahudi, ajaran Kristus adalah sebuah bidat (aliran sesat). Dia memiliki semangat untuk membela keyakinannya, berusaha memberikan yang terbaik untuk apa yang dia percayai (ayat 1-2). Saulus setelah bertobat dan dibaptis, tidak menyia-nyiakan waktu langsung memberitakan bahwa Yesus adalah Anak Allah (ayat 19b-22). Ketika Saulus baru bertobat, perubahannya membuat bingung semua pihak, orang percaya maupun orang Yahudi. Dari orang Yahudi, dia mendapatkan ancaman pembunuhan (ayat 23-25). Ketika dia bermaksud menggabungkan diri dengan murid-murid di Yerusalem, dia pun mendapatkan penolakan (ayat 26), tapi hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk memberitakan Injil (ayat 28). Dari tindakan Saulus ini kita bisa melihat semangatnya yang tidak menyerah atas imannya walaupun semua orang yang dia kenal menentangnya, tidak mau menerimanya. Semangat memberikan yang terbaik untuk iman, membela iman, melaksanakan tugas dengan sepenuh hati tanpa terpengaruh oleh lingkungan merupakan semangat-semangat yang membuat Saulus dipilih Tuhan. Selain itu latar belakang pendidikan dari Saulus juga menjadi satu pertimbangan.

Selama ini saya melihat ada orang-orang yang dianggap jahat, tidak mungkin dipilih Tuhan, tapi ternyata dia dipilih Tuhan dan dipakai Tuhan dengan luar biasa menjadi alat-Nya. Satu hal yang saya pelajari bahwa cara Tuhan melihat berbeda dengan cara kita melihat. Dia melihat ke dalam hati, apa yang terkandung dalam hati apakah jahat semata atau karena kita tidak memiliki pengetahuan yang benar. Kita sekarang telah menjadi umat Tuhan, dan karena Dia telah memilih kita maka Dia tentu saja mau untuk mempergunakan kita sebagai alat-Nya dalam dunia. Apakah kita bisa menjaga hati kita, menjaga kekudusan diri, dan melakukan tugas dengan sepenuh hati. Jangan sampai terjadi dalam hidup kita bahwa kita mengira Tuhan memakain kita padahal sebenarnya tidak sehingga pada hari terakhir kita akan mengalami kekecewaan yang tak terkira (Mat. 7: 22-23). Periksa diri kita dari hari ke hari apakah kita sudah memenuhi syarat untuk dipakai Tuhan atau tidak. Kalau kita bisa melakukannya, kita yakin bahwa pada akhir hidup kita bisa berkata seperti yang Paulus katakan “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya.” (2 Tim. 4: 7-8a).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: