Menjalankan Peranan (Renungan Harian)

Senin, 27 Februari 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 8

“Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.”
Kisah Para Rasul 8:4

Mulai dari pasal ini, jemaat mengalami penganiayaan yang hebat oleh karena iman mereka pada Yesus. Sebagai salah satu efeknya adalah jemaat menjadi tersebar dan bersamaan dengan tersebarnya mereka maka Injil pun tersebar semakin luas. Injil mulai terdengar bagi orang-orang di luar dari daerah Yudea. Yang menarik dari pasal ini dan pasal sebelumnya adalah dua orang yang diceritakan, Stefanus dan Filipus, merupakan orang-orang yang ditunjuk oleh para rasul untuk melayani jemaat dalam pelayanan meja, menjadi diaken (Kis. 6:1-6). Akan tetapi peranan mereka yang dituliskan bukanlah pelayanan meja bagi jemaat tapi dalam penyebaran Injil Tuhan.

Hal yang bisa saya tarik dari kejadian ini adalah bahwa penyebaran Injil merupakan tugas dari semua orang percaya, baik dia dalam gereja memagang jabatan diaken, penatua, pendeta, majelis, ataupun anggota biasa. Stefanus dan Filipus melakukan tugas mereka sebagai diaken dan juga memberitakan Injil. Paulus mengatakan bahwa jemaat (gereja) merupakan tubuh Kristus dan tiap-tiap dari kita merupakan anggota tubuh yang saling menunjang satu sama lain (1 Kor. 12:12-13). Memang kita sebagai anggota tubuh memiliki tugas dan peranan masing-masing, akan tetapi setiap anggota tubuh tidak bisa berdiri dengan sendirinya. Setiap anggota tubuh menunjang fungsi dari anggota tubuh yang lain. Contoh: ketika mengunyah makanan, gigi tidak bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya bantuan dari lidah. Mata yang digunakan untuk melihat tidak bisa melihat dengan baik dalam keadaan silau tanpa bantuan tangan. Tanpa adanya bantuan dari diaken, penatua, jemaat maka pendeta tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Tidak bisa kita mengatakan bahwa penginjilan adalah tugas orang-orang tertentu saja tanpa kita turut berpartisipasi. Beberapa minggu yang lalu di gereja kita diadakan pelatihan Gerakan 111 (G-111) yang secara garis besar menyatakan bahwa gerakan ini merupakan sebuah usaha untuk membangkitkan lagi semangat penginjilan dalam diri jemaat, menjadikan penginjilan sebagai sebuah gaya hidup bagi jemaat, bukan sebagai sebuah program. Salah satu cara gereja membantu tumbuhnya kebiasaan memberitakan Injil bagi jemaat adalah dengan mengadakan Kebaktian Pekabaran Injil sekali dalam sebulan (di Surabaya adalah sabat minggu ke 3 setiap bulannya).

Mari kita berperan serta mendukung penyebaran Injil dengan mengajak, memperkenalkan teman-teman, saudara, keluarga untuk pergi ke Gereja Yesus Sejati dengan memanfaatkan program yang telah ada yaitu di KPI bulanan. Kita yakin bahwa pekerjaan kita dalam Tuhan tidaklah sia-sia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: