Kristen (Renungan Harian)

Kamis, 1 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 11

“Di Anthiokialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.”
Kisah Para Rasul 11:26b

Gereja di Anthiokia sering kita dengar dalam Kisah Para Rasul. Kebanyakan perjalanan penginjilan Paulus dimulai dari gereja Anthiokia. Paulus dan Barnabas ada di Anthiokia selama setahun untuk mengajar dan mengabarkan Injil. Di Anthiokialah pertama kali orang-orang percaya disebut sebagai Kristen. Entah nama Kristen ini diberikan oleh orang-orang sekeliling yang melihat adanya perbedaan dalam pandangan hidup orang-orang tersebut, atau orang-orang percaya di Anthiokia sendiri yang mencetuskan nama tersebut. Ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari pemberian nama ini.

  • Nama Kristen menyatukan mereka
    Orang-orang percaya di Anthiokia berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Ada orang-orang percaya yang berasal dari orang Yahudi, ada orang-orang yang berasal dari Yunani, ada orang-orang yang berkedudukan, ada orang-orang yang biasa. Nama Kristen menyatukan mereka semua. Orang tidak lagi mengatakan “Aku orang Yahudi” atau “Aku orang Yunani” tapi semua orang percaya ketika ditanya mengatakan “Aku orang Kristen”.
    Saat ini orang-orang percaya juga berasal dari latar belakang yang berbeda. Nama Kristen dan khususnya nama “Gereja Yesus Sejati” menyatukan kita semua dan menghilangkan perbedaan yang ada.
  • Memberikan sebuah penghormatan kepada Yesus
    Kristen berarti “Para Pengikut Kristus”. Nama ini memberikan pernyataan bahwa mereka merupakan orang-orang yang hidup mengikuti ajaran Yesus Kristus, hidup meneladani Yesus Kristus. Dengan nama Kristen menyatakan bahwa mereka mengakui Yesus Kristus adalah pemimpin dalam hidup mereka, bahwa mereka adalah milik dari Kristus.
    “Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.” (Mat 10:32-33)
  • Menyatakan sebuah status.
    Dalam Alkitab kita mengenal ada orang Farisi, orang Saduki, golongan Herodean, golongan Libertini, dll. Dalam Kis. 24: 5 Tertulus menyebut para pengikut Kristus sebagai “Sekte Orang Nasrani”. Nama Kristen memberikan sebuah status, mengingatkan diri kita akan siapa diri kita, pembeda dengan orang-orang lainnya sehingga orang Kristen nyata perbedaannya, orang-orang bisa tahu bagaimana bersikap terhadap orang Kristen dan satu sisi memberikan sebuah promosi yang membuat orang-orang tertarik untuk melihatnya.

Orang-orang Kristen di Anthiokia tidak mengenakan ornamen-ornamen seperti kalung salib, gantungan kunci berisikan ayat-ayat alkitab, atau kaos yang menyatakan bahwa mereka merupakan orang Kristen. Orang-orang bisa mengetahui mereka Kristen atau bukan dari sikap hidup sehari-hari. Percuma kita mengenakan kalung salib, menggunakan gantungan kunci atau menempel stiker di kaca belakang mobil kita yang menyatakan bahwa kita orang Kristen kalau sikap hidup kita tidak menyatakan hal tersebut. Malah bisa jadi hal tersebut mendatangkan cemooh atas nama Kristen tersebut. “Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab itu mereka heran, bahwa kamu tidak turut mencemplungkan diri bersama-sama mereka di dalam kubangan ketidaksenonohan yang sama, dan mereka memfitnah kamu.”  (1 Ptr. 4:3,5). Berubahlah oleh pembaharuan budi yang kita miliki dan nyatakan nama Kristen bukan hanya pada apa yang kita kenakan tapi terlebih lagi dalam sikap hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: