Perjalanan Pun Dimulai (Renungan Harian)

 Minggu, 4 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 13
 

“Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.”
Kisah Para Rasul 13: 4

Akhirnya kita sampai pada pasal dimana Paulus memulai perjalanan penginjilannya bersama dengan Barnabas. Perjalanan pertama ini bermula dari Athiokia (ayat 1-3), dan Yohanes yang disebut juga Markus ikut bersama untuk melayani Paulus dan Barnabas (ayat 5). Perjalanan penginjilan ini dilakukan oleh Paulus dan Barnabas atas petunjuk dari Tuhan. Satu hal yang bisa kita pelajari di sini bahwa perlu adanya penyertaan dari Tuhan dalam melakukan penginjilan. Saya ingat ada seorang hamba Tuhan yang mengatakan “dalam penginjilan kita sedang melakukan peperangan dengan kuasa kegelapan untuk memenangkan jiwa yang saat ini masih ada dalam kuasa kegelapan tersebut. Untuk memenangkan peperangan tersebut kita harus memiliki kuasa dari Tuhan.” Saya pribadi sependapat dengan pernyataan dari hamba Tuhan ini. Sangat diperlukan adanya penyertaan dari Tuhan. Dalam perjalanan penginjilan kali ini ada beberapa hal yang terjadi.

  • Ketika ada di daerah Pafos (ayat 6-12).
    Di daerah Pafos ini Saulus (yang berarti “tinggi”) mengganti nama menjadi Paulus (yang berarti “kecil”). Di daerah ini mereka harus menghadapi seorang penyihir dan nabi palsu yang menghalangi penyebaran injil kepada seorang gubernur yang bernama Sergius Paulus. Perjalanan di tempat ini adalah sebuah perjalanan yang sukses karena gubernur tertarik dengan ajaran Tuhan.
  • Markus meninggalkan rombongan (ayat 13)
    Entah disebabkan oleh apa, tapi Markus yang muda ini meninggalkan rombongan untuk kembali ke Yerusalem. Dalam penginjilan yang kita lakukan bisa saja terjadi bahwa di tengah perjalanan, rekan kita meninggalkan kita dan mengundurkan diri. Kadang hal ini bisa membuat kita patah semangat.
  • Pengabaran Injil di Athiokia di Pisidia (ayat 14-52).
    Di sini Paulus bersama dengan Barnabas tinggal selama beberapa hari. Pada awal pertama mereka mengabarkan Injil di tempat ini, mereka diterima dengan baik oleh orang-orang Yahudi maupun orang-orang non Yahudi. Pada hari sabat minggu selanjutnya ketika mereka diminta melanjutkan kabar yang mereka bawa ternyata ada kecemburuan yang timbul di hati orang-orang Yahudi. Kecemburuan ini timbul karena ternyata kabar yang dibawa Paulus dan Barnabas membuat hampir seluruh penduduk Anthiokia tertarik, dan mereka, orang-orang Yahudi merasa tersaingi oleh Paulus dan Barnabas.

Kadang dalam pelayanan di gereja kita bisa mengalami apa yang dirasakan oleh orang-orang Yahudi ini, merasa tersaingi dan kalah. Hal ini sebenarnya tidak perlu kita ributkan. Kalau orang lain lebih berhasil dalam pelayanannya justru kita harus bersyukur. Apalagi kalau yang lebih berhasil itu adalah saudara yang tadinya merupakan anak didik kita dalam iman. Jangan sampai pelayanan kita dinodai oleh ego dalam diri. Bisa jadi akhirnya kita malah melakukan apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi di Anthiokia Pisidia tersebut. Karena iri hati akhirnya menolak kebenaran, dan menolak hidup.
Dalam perjalanan penginjilan ini, walaupun disertai dengan Roh Kudus bukan berarti tidak ada halangan. Malah kita lihat pada akhirnya Paulus dan Barnabas harus menghadapi penganiayaan dan pengusiran di kota Anthiokia Pisidia.

Dalam memberitakan Injil saat ini kita tidak sampai mengalami penganiayaan, mungkin saja kita mengalami pengusiran. Tapi janganlah hal itu melemahkan hati kita. Selama Roh Kudus ada beserta kita, kita tidak perlu takut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: