Anak Penghiburan (Renungan Harian)

Selasa, 6 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 15

“Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.”
Kisah Para Rasul 15:37-38

Barnabas merupakan seorang tokoh yang secara tidak langsung memiliki peranan yang besar dalam sejarah gereja. Dia merupakan orang yang pertama menerima Paulus dan menceritakan pertobatan Paulus kepada para rasul sehingga Paulus diterima oleh saudara-saudari seiman di Yerusalem (Kis. 9:27). Barnabas pula yang membawa Paulus dari Tarsus dan mengajaknya melayani di gereja Anthiokia (Kis. 11:25). Dan di pasal ini kita melihat Barnabas memiliki keinginan mengajak Markus yang dulu telah mengecewakan mereka dengan meninggalkan mereka dalam perjalanan penginjilan yang pertama. Karena mempertahankan pendapatnya ini maka akhirnya Barnabas kemudian berselisih dan berpisah dengan Paulus (ayat 39).

Seperti yang telah kita baca beberapa hari lalu, Markus meninggalkan Barnabas dan Paulus di tengah perjalanan mereka. Hal ini kemungkinan besar membawa kekecewaan pada Paulus dan kemungkinan pada Barnabas juga, apalagi Barnabas ini merupakan paman dari Markus. Tapi Barnabas, mengabaikan kekecewaan yang pernah dialaminya dengan Markus, berusaha memberikan kesempatan kedua bagi Markus untuk melayani. Bahkan dia berusaha mempertahankan pendapatnya itu sampai rela berselisih dengan Paulus.

Dalam hidup kita bergereja tidak menutup kemungkinan bahwa kita pernah dikecewakan oleh saudara-saudari seiman kita. Oleh karena kekecewaan yang kita alami, kita menutup pintu bagi orang tersebut dan tidak mau lagi bekerja sama dengannya karena takut mengalami kekecewaan kembali. Tidak mudah untuk bersikap seperti Barnabas, mempertahankan Markus, bahkan sampai rela berselisih dengan Paulus, yang jelas-jelas merupakan rekan kerja yang terbukti bisa diandalkan. dalam usahanya memberikan peluang kedua bagi Markus.

Kita sering mengatakan “kesabaran juga ada batasnya”, tapi kalau kita renungkan lagi bukankah batas itu kita yang tentukan, dan bukankah kita juga bisa berusaha menggeser batas kesabaran tersebut lebih jauh lagi dan memberikan kesempatan kedua bagi orang yang sudah pernah mengecewakan kita. Tentu saja dalam memberikan kesempatan kedua tersebut kita harus memiliki hikmat dan berlaku cerdik, jangan sampai kita mengalami kekecewaan yang sama untuk kedua kalinya.

Terbukti perbuatan Barnabas mempertahankan Markus tidaklah sia-sia. Markus menjadi orang yang dipakai Tuhan untuk menuliskan kisah perjalanan Yesus dalam dunia (Injil Markus), dan Paulus akhirnya mengakui bahwa pelayanan Markus itu penting baginya (2 Tim. 4:11).

BERILAH KESEMPATAN KEDUA UNTUK ORANG-ORANG YANG TELAH MENGECEWAKAN KITA. JADILAH ANAK PENGHIBURAN BAGI ORANG-ORANG DI SEKELILING KITA.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: