Mujizat Sebagai Tanda (Renungan Harian)

Senin, 5 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

 
Kisah Para Rasul 14

“Dan Tuhan menguatkan berita tentang kasih karunia-Nya dengan mengaruniakan kepada mereka kuasa untuk mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat.”
Kisah Para Rasul 14:3b

Paulus dan Barnabas dalam perjalanan penginjilannya banyak mengalami rintangan, penolakan, penganiayaan. Tetapi mereka tidak takut dan dengan berani tetap mengabarkan Injil. Bersamaan dengan pengabaran Injil yang mereka lakukan, Tuhan juga menganugerahkan kuasa untuk mereka mengadakan mujizat-mujizat dan tanda heran. Dalam pasal ini kita membaca bahwa Paulus menyembuhkan seorang yang lumpuh sejak dilahirkan (ayat 8-10). Mujizat-mujizat yang mereka lakukan menguatkan berita Injil keselamatan yang mereka bawa, menjadi sebuah pendukung dari firman yang mereka bawa.

Pada saat sekarang ini kekristenan semakin berkembang. Hal ini bisa dilihat dengan semakin banyaknya acara-acara kristen yang ditayangkan di stasiun televisi dan ditayangkan pada waktu-waktu yang utama (prime time). Sayangnya acara-acara tersebut kebanyakan menitikberatkan mengenai mujizat-mujizat yang terjadi dan melupakan pembahasan kebenaran firman Tuhan. Akibatnya, banyak orang pergi mencari Yesus, percaya, dibaptis menjadi orang Kristen karena mujizat-mujizat yang dijanjikan. Mereka lebih melihat mujizat-mujizat yang ada dibandingkan dengan pengajaran firman Tuhannya. Lukas menuliskan bahwa dalam perjalanan penginjilan Paulus dan Barnabas, yang terutama adalah friman Tuhan, mujizat diberikan oleh Tuhan untuk menguatkan pemberitaan bahwa orang–orang tersebut diutus oleh Tuhan.

Mengingat apa yang dikatakan Yesus “Sebab mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.” (Mat. 24:24) kita perlu sangat berhati-hati. Pada akhir zaman, yaitu saat-saat sekarang ini mujizat dan tanda heran bukan hanya bisa dilakukan oleh pengikut Yesus, tapi para penyesat juga bisa melakukannya. Ketika kita mendengar atau mengenai mujizat yang diberitakan, kita perlu melihat apakah firman Tuhan yang diberitakan itu benar atau tidak. Ada mujizat bukan berarti/belum tentu ada kebenaran, tapi ada kebenaran pasti ada mujizat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: