Mencapai Garis Akhir (Renungan Harian)

Senin, 12 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 20

“Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.”
Kisah Para Rasul 20: 24

Ketika saya membaca apa yang dikatakan oleh rasul Paulus kepada para penatua gereja Efesus ini, saya bisa merasakan satu kasih yang luar biasa dari Paulus kepada Tuhan. Selain itu juga satu tujuan yang sangat jelas dalam hidupnya di dunia. Dia hidup bukan untuk dirinya sendiri, bukan untuk mencari kesenangan, kekayaan atau hal-hal yang biasa dikejar oleh orang-orang di dunia. Yang dia kejar adalah bisa mencapai garis akhir dengan baik dan menyelesaikan pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepadanya.

Dalam pandangan Paulus, hidup ini adalah sebuah pertandingan yang harus dijalani. Ibrani juga menuliskan hal yang sama (Ibr. 12:1). Telah ada banyak orang-orang sebelum kita yang juga mengikuti pertandingan yang sama dan mereka telah keluar sebagai pemenang. Dalam menghadapi pertandingan hidup tersebut ada beberapa hal yang Paulus lakukan:

  • Melatih diri terus menerus

“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasai seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Kor. 9:26-27).

Terus menerus melatih diri dan berusaha menguasai seluruhnya sehingga tidak lagi berbuat dosa. Dalam pelayanan kita pada Tuhan kita perlu mengingat ini baik-baik karena Tuhan juga melihat ke dalam hati kita. Selama kita melayani, yang memberikan pujian adalah manusia yang tidak bisa melihat ke dalam isi hati seseorang sehingga kadang kita bisa lupa kalau ada Tuhan yang bisa melihat hati kita. Walau kita begitu aktif dalam pelayanan, tapi jika dalam hati kita mengingkari firman Tuhan, tidak berusaha mengendalikan diri maka akhirnya kita pun tetap akan menjadi pecundang.

  • Betanding dengan mengikuti peraturan yang ada
    “Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olah raga.” (2 Tim. 2:5)

Dalam pertandingan hidup ini ada peraturan-peraturan yang harus ditaati yaitu tentu saja merupakan perintah Tuhan. Contoh: dalam menyatakan kasih terhadap saudara kita harus tetap ada dalam kebenaran.

Tetap dengan setia mengikuti pertandingan hingga akhirnya kita bisa yakin seperti Paulus bahwa kita telah menyelesaikan pertandingan dengan baik dan memperoleh mahkota kehidupan yang sudah disediakan Tuhan (2 Tim. 4: 7-8).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: