Mendengar yang Mau Didengar (Renungan Harian)

Jumat, 16 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 24

 

Tetapi ketika Paulus berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman yang akan datang, Feliks menjadi takut dan berkata: “Cukuplah dahulu dan pergilah sekarang; apabila ada kesempatan baik, aku akan menyuruh memanggil engkau.”
Kisah Para Rasul 24:25

Paulus ada dalam penahanan dan Feliks yang pada waktu itu menjadi wali negeri berkali-kali memanggil Paulus untuk bercakap-cakap dengannya. Feliks tertarik dengan apa yang Paulus sampaikan tetapi ketika Paulus mulai berbicara tentang kebenaran, penguasaan diri, dan penghakiman maka Feliks menolak untuk mendengar hal tersebut. Hal ini kemungkinan karena Feliks yang menjadi wali negeri hidup dalam pesta pora seperti yang dilakukan oleh pembesar-pembesar lainnya pada waktu itu dan tidak mau berubah dari keadaannya yang menyenangkan. Motivasi yang lain Feliks terus menerus memanggil Paulus adalah Feliks berharap Paulus memberikannya uang (ayat 26).
Paulus dalam salah satu suratnya menyatakan bahwa firman Tuhan bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran (2 Tim. 3: 16). Kebanyakan hal-hal di atas adalah hal-hal yang kita tidak suka ketika terjadi dalam diri kita. Siapa yang suka ketika kesalahannya dinyatakan? Siapa yang merasa nyaman ketika dia harus merubah kelakuannya? Kebanyakan dari kita merasa tidak nyaman ketika kita harus merubah diri, apalagi ketika kita dinyatakan sebagai orang yang bersalah.

Akhirnya yang terjadi adalah kita memilah apa yang mau kita dengar dari firman Tuhan. Ketika kita tahu bahwa hamba Tuhan yang menyampaikan firman Tuhan adalah seorang yang biasa membawakan khotbah yang bersifat menegur maka kita tidak mau datang beribadah, kita lebih suka datang ketika hamba Tuhan menyampaikan kotbah yang isinya tentang berkat-berkat yang bisa diterima. Mari kita sama-sama periksa diri kita, apakah kita memilih-milih tema khotbah yang mau kita dengar? Apakah kita memilih-milih pengkhotbah yang menyampaikan firman Tuhan? Ketika kita ada dalam kondisi tersebut maka kita seperti apa yang dikatakan Paulus sebagai orang yang mengumpulkan guru-guru untuk memuaskan keinginan telinga, membuka telinga bagi dongeng bukan bagi ajaran sehat (2 Tim. 4: 3-4). Dengarlah semua firman Tuhan, pelajari, pahami, dan teliti kebenarannya dari firman yang disampaikan sehingga dari hari ke hari iman kita semakin bertumbuh karena iman bertumbuh oleh pendengaran akan firman Tuhan (Rm. 10:17).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: