Penginjilan yang Efektif (Renungan Harian)

Rabu, 14 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 22

“Hai saudara-saudara dan bapa-bapa, dengarkanlah apa yang hendak kukatakan kepadamu sebagai pembelaan diri.”
Kisah Para Rasul 22:1

Paulus ditangkap di Yerusalem dan dia menyampaikan sebuah pembelaan. Tapi kalau kita baca dari ayat 3-21 kita melihat bahwa kata-kata yang disampaikan Paulus bukan sekedar pembelaan diri tapi juga merupakan sebuah kesaksian tentang pengalaman hidupnya percaya kepada Yesus.
Dalam pembelaan dirinya, dia juga melakukan penginjilan.
Alkitab mengingatkan kita untuk selalu mengambil kesempatan yang ada untuk memberitakan injil. Saya yakin bahwa di dalam hati saudara-saudara seiman memiliki keinginan untuk ikut ambil bagian dalam menjadi penjala manusia. Banyak yang ingin mengajak saudara, orang tua, anak untuk ikut percaya kepada Yesus. Tapi tidak sedikit juga kita malu untuk meraih kesempatan atau tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika kesempatan itu datang.

Paulus tahu bahwa ini adalah sebuah kesempatan untuk memberitakan Injil dan dia mengambil kesempatan tersebut. Yang dia sampaikan adalah mengenai kesaksian pengalaman hidupnya percaya kepada Tuhan.

Pada beberapa pasal dalam Kisah Para Rasul, sering disampaikan dorongan bagi kita untuk memberitakan Injil dan di pasal ini diajarkan bagaimana cara mengabarkan Injil yang paling efektif yaitu dengan menyampaikan kesaksian pengalaman kita percaya kepada Tuhan. Penginjilan tidak selalu berbicara mengenai firman Tuhan, kita tidak harus menguasai dulu Alkitab baru bisa melakukan penginjilan. Penginjilan bukan berarti kita mengeluarkan ayat-ayat dalam Alkitab untuk membuat lawan bicara kita tidak bisa lagi berkata apa-apa. Kita mungkin bisa mengeluarkan ayat-ayat yang tak terbantahkan, membuat lawan bicara kita tidak bisa menyanggahnya tapi belum tentu dia mau menerima firman yang kita sampaikan. Menyampaikan doktrin bisa saja disanggah dan tidak diterima, tapi menyaksikan pengalaman hidup merupakan cara yang tak terbantahkan dan seringnya lebih bisa diterima oleh orang yang mendengarnya.

Di antara saudara seiman kita pun bisa menyampaikan kesaksian hidup kita untuk menguatkan iman yang mendengar dan memuliakan Tuhan.

Semoga Tuhan menguatkan dan memberikan keberanian untuk kita menyampaikan kesaksian hidup kita bersama Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: