Akhir dari Kisah (Renungan Harian)

Rabu, 21 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 28

“Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.”
Kisah Para Rasul 28:30-31

Dua ayat yang tertulis di atas merupakan penutup dari kitab Kisah Para Rasul. Walaupun merupakan sebuah penutup tapi kalau kita perhatikan Lukas menutup kitab ini bukan dengan sebuah kesimpulan. Dari penutup kitab ini kita bisa melihat beberapa hal yang bisa menjadi sebuah pengajaran bagi kehidupan kita.

Pertama, Lukas menutup surat kepada Teofilus ini bukan dengan sebuah cerita yang menutup, yang memberitahukan akhir dari perjalanan Paulus tapi kelihatannya masih ada cerita yang lain yang terus berlanjut. Lukas seakan-akan ingin memberitahukan bahwa kisah ini masih terus berlanjut, Injil masih terus tersebar. Walaupun orang yang memberitakan Injil menjadi terbelenggu, tapi Injil itu sendiri tidaklah terbelenggu. Orang Yahudi di Yerusalem mungkin mengira bahwa dengan dibawanya Paulus ke Roma maka ajaran Kristen tidak akan menyebar. Ternyata yang terjadi malah Injil semakin tersebar dengan luas, bahkan injil itu sekarang terdengar sampai ke telinga bangsa asing (ayat 28). Kiranya hal ini menjadi sebuah pengajaran bagi kita supaya kita terus bersemangat dalam memberitakan Injil, bahwa Tuhan selalu akan memberikan jalan keluar untuk kita menyebarkan Injil. Banyak cara yang bisa kita buat, temukan untuk menyebarkan Injil Tuhan. Mari kita gunakan kemajuan tekhnologi yang ada untuk memberitakan firman karena kisah para rasul (kisah Roh Kudus) belumlah selesai.
Hal yang kedua, kalau kita melihat perjalanan hidup Paulus mulai dari dia ditangkap di Yerusalem, ada begitu banyak kedukaan yang harus dialaminya. Tapi semua kedukaan itu tidaklah menjadi masalah karena pada akhirnya Paulus bisa melakukan apa yang selama ini menjadi tanggung jawabnya.

Tanggung jawab pemberitaan Injil ada di pundak kita. Banyak rintangan dan tantangan yang menghadang kita ketika kita berusaha melaksanakan tanggung jawab tersebut. Tapi marilah kita yakin pada pimpinan Tuhan bahwa Tuhan akan membuat perjalanan kita berhasil. Tadi siang saya membaca sebuah kesaksian dari seorang saudara seiman yang dimuat di majalah “Manna”. Dikatakan bahwa saudara seiman ini mengalami rentetan penyakit yang membuat dirinya patah semangat. Tapi dari penyakit yang ditanggungnya itu, dia bisa membawa orang tua dan saudara-saudaranya untuk percaya dan dibaptis di Gereja Yesus Sejati. Kesaksian yang lain lagi memberitahukan bahwa kematian dari seorang saudara seiman bisa membuat orang tua almarhum yang tadinya dengan keras menentang gereja akhirnya menjadi percaya dan dibaptis.

Injil akan tetap tersebar dengan cara apapun, tapi kesempatan bagi kita untuk ambil bagian dalam penyebaran Injil tidak datang setiap waktu. Manfaatkan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk kita ambil bagian dalam pekerjaan-Nya sehingga kita bisa menerima upah yang luar biasa dari Tuhan Yesus Kristus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: