Mana yang Lebih Dipercaya? (Renungan Harian)

Selasa, 20 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kisah Para Rasul 27
 

“Saudara-saudara, aku lihat bahwa, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita.” Tetapi perwira itu lebih percaya kepada jurumudi dan nahkoda dari pada perkataan Paulus.
Kisah Para Rasul 27: 10-11

Paulus memberikan sebuah peringatan kepada para tentara yang membawa dia ke Roma bahwa lebih baik untuk tetap tinggal di Pelabuhan Indah. Akan tetapi para tentara lebih mengikuti saran daripada para nahkoda dan juru mudi. Mereka berharap untuk mencapai kota Feniks dan tinggal di sana selama musim dingin. Mereka mengira bisa mencapai kota Feniks karena pada waktu itu angin bertiup sepoi-sepoi dan laut kelihatan tenang (ayat 9-13). Ternyata yang terjadi malah sebaliknya, bukannya perjalanan yang tenang tapi malah perjalanan yang hampir merenggut nyawa mereka. Mereka harus mengalami badai di lautan yang membuat mereka terombang-ambing tak tentu arah selama kurang lebih empat belas hari lamanya (ayat 14-20, 33).

Dalam kehidupan kita saat sekarang ini, ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat. Manusia kadang begitu membanggakan pengetahuan yang mereka peroleh sehingga menganggap bahwa dengan pengetahuan semua bisa diselesaikan. Para prajurit lebih percaya pada juru mudi dan para nahkoda karena mereka adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan, pengalaman dalam mengarungi lautan ketimbang percaya kepada Paulus yang pastinya tidak memiliki latar belakang seorang pelaut, apalagi Paulus pada waktu itu merupakan tahanan mereka yang otomatis kedudukannya lebih rendah.
Pengetahuan memang penting untuk kita miliki, tapi jangan sampai pengetahuan menjadi tuhan bagi kita dan akhirnya kita mengabaikan kekuatan Tuhan. Seberapapun tingginya ilmu pengetahuan yang berhasil dimiliki oleh manusia, masih tetap ada hal-hal yang tidak bisa dipahami dan dijelaskan dengan ilmu pengetahuan. Kejarlah hikmat, pengetahuan tapi landaskan itu semua dengan rasa takut dan hormat kepada Tuhan. Jadikan ilmu pengetahuan yang kita miliki sebagai penunjang untuk pekerjaan Tuhan, bukan menggantikan Tuhan dalam hidup kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: