Pengantar Surat Paulus Kepada Jemaat Di Efesus: Membangun Jemaat Yang Mulia

 oleh: Penginjil Toni Antonius


Penulis:
Rasul Paulus (Ef. 1:1; 3:1)

Paulus dalam perjalanan kembali di Perjalanan Penginjilan keduanya bersama dengan rekan-rekan kerja, Priskila dan Akuila, singgah di Efesus. Di kota tersebut mereka masuk ke sinagog dengan segera dan membicarakan mengenai kebenaran dengan orang-orang Yahudi di sana, menaburkan benih-benih firman Tuhan (Kis. 18:19-21). Dalam perjalanan penginjilannya yang ketiga Paulus kembali ke Efesus dimana dia memberitakan Injil disana dengan berani. Selama tiga tahun Paulus tinggal di Efesus dan melayani dengan tekun (Kis. 19:8-10; 20:31). Kemudian dalam perjalanannya kembali ke Yerusalem, Paulus berhenti di Miletus , dimana dia meminta supaya para penatua di Efesus datang menemuinya di sana (Kis. 20:17-38). Dia memesankan kepada mereka untuk memperhatikan seluruh kawanan domba dan menggembalakan gereja milik Tuhan dengan setia. Akan tetapi pada akhir abad pertama, gereja Efesus mulai mengalami penyimpangan (Why. 2:4).

Penerima Surat:
Terutama ditujukan untuk orang-orang percaya di Efesus dan mereka yang ada di gereja-gereja tetangga. Kebanyakan para ahli teolog berpendapat bahwa surat ini merupakan surat yang harus diedarkan ke gereja sekeliling. Alasan pendapat mereka:

  • Paulus tinggal di Efesus selama tiga tahun (Kis. 20:31). Akan tetapi dalam surat yang ditulis untuk jemaat di Efesus ini, selain Tikhikus, tidak ada nama lain yang muncul. Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan apakah surat ini hanya ditujukan untuk jemaat di Efesus.
  • Paulus memberitakan Injil selama tiga tahun di Efesus, Paulus pasti memiliki hubungan yang dekat dan dalam dengan jemaat di sana. Kalau begitu kenapa tidak ada salam yang dituliskan secara khusus untuk tiap-tiap pribadi di Efesus? Paulus belum pernah pergi ke Kolose (Kol. 2:1), akan tetapi ada salam-salam yang disampaikan secara pribadi untuk orang percaya di sana (Kol. 4:7-18). Hal ini menunjukkan bahwa surat ini merupakan surat terbuka.
  • Tidak ada kata-kata yang menunjukkan kedekatan yang digunakan dalam surat ini. Kata-kata seperti “yang terkasih” juga tidak ditemukan, tidak seperti Filipi 4 dimana Paulus menulis “saudara-saudaraku yang kukasihi dan yang kurindukan,…”.
  • Dalam Ef. 6: 23-24 ketika Paulus menulis doa penutup, dia tidak menggunakan kata ganti kedua “kamu semua” tetapi menggunakan kata ganti ketiga “sekalian saudara” dan “semua orang yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus”. Hal ini berbeda sekali dengan surat-surat Paulus lainnya dimana Paulus sering menggunakan kata ganti kedua “kamu” (Kol. 4: 8; Filp. 4:23).
  • Ada dua dokumen kuno dari abad ke-4 yang bernama Kodeks Sinaitikus dan Kodeks Vatisinus. Dalam Efesus 1:1, frase “di Efesus” dihilangkan sementara  di naskah-naskah yang lain frase ini masih bisa ditemukan.
  • Dalam Kol. 4: 16 “Dan bilamana surat ini telah dibacakan di antara kamu, usahakanlah, supaya dibacakan juga di jemaat Laodikia dan supaya surat yang untuk Laodikia dibacakan juga kepadamu.” Beberapa orang berpendapat bahwa “surat untuk jemaat Laodikia” pastilah surat kepada jemaat di Efesus karena mereka tidak pernah mendengar ada surat lain yang Paulus tulis, khususnya untuk orang-orang di Laodikia.

Bagaimanapun, jemaat di Efesus tidak diragukan lagi merupakan penerima pertama dari surat ini. Dari pengaruh yang sangat kuat atas surat ini kepada jemaat di Efesus, bisa diduga bahwa surat ini akhirnya disimpan di gereja Efesus.

Pembawa Surat:
Tikhikus, dia tidak hanya diutus untuk pergi ke Efesus tetapi juga diutus ke gereja di Kolose (Ef. 6: 21; Kol. 4: 7)

Tanggal Penulisan:
Tahun 61-62

Tempat penulisan:
Di dalam penjara di Roma. Diantara surat-surat Paulus, ada empat surat yang dikenal sebagai “Surat dari penjara” yaitu Kolose, Filemon, Filipi, dan Efesus. Akan tetapi Paulus telah dipenjara beberapa kali. Sekali di Filipi, dalam waktu yang singkat. Kedua kali di Kaisarea, kira-kira selama dua tahun (58-60), dan yang ketiga dipenjara di Roma, juga kira-kira selama dua tahun (61-63). Sebagian berpendapat bahwa empat surat tersebut ditulis ketika Paulus dipenjara di Kaisarea, akan tetapi sebagian besar berpendapat bahwa surat-surat ini ditulis ketika Paulus dipenjara di Roma pada waktu dia dipenjara untuk ketiga kalinya.

Latar Belakang:
Kabar dari mereka yang mengunjunginya dalam penjara, Paulus menemukan situasi dan kondisi yang terjadi di beberapa gereja, yang menuntun dia untuk menulis surat-surat ini (Filp. 4:18; Kol. 4:12; Ef. 6:21). Itulah alasannya kenapa Paulus bisa begitu memperhatikan beberapa gereja. Di dalam surat ini Paulus  dengan khusus menguraikan secara terperinci kebenaran mengenai gereja Kristus dan juga prinsip hidup dari orang percaya. Bahasa yang digunakan dalam surat ini sangatlah indah dan penuh kerohanian. Kata-kata dalam surat ini memampukan jemaat untuk mengetahui bahwa di dalam Kristus mereka mempunyai kedudukan khusus, bahwa mereka   akan berjuang dengan keras untuk mencapai pertumbuhan rohani, sehingga mereka layak untuk kasih karunia yang telah diterima, berharap bahwa gereja bisa berkembang untuk mencapai kepenuhan dalam Kristus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: