Karunia Menjadi Pelayan (Renungan Harian)

Minggu, 25 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Efesus 3

 

“Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.”
Efesus 3: 7

Paulus merasa bahwa dirinya adalah yang paling hina diantara para rasul, walaupun kalau kita lihat peranan Paulus dalam pemberitaan Injil sangatlah besar (ayat 8). Hal ini terjadi karena dia merasa bahwa sebelum dia percaya kepada Yesus, dia telah banyak melakukan dosa terutama ketika dia banyak mengejar dan membunuh orang-orang percaya. Paulus merasa bahwa keadaannya menjadi orang percaya dan menjadi pelayan pemberitaan Injil merupakan sebuah kasih karunia. Bahwa dirinya sebenarnya sama sekali tidak pantas untuk menerima kepercayaan tersebut, tetapi Tuhan telah mempercayakan rahasia Kristus tersebut kepada dirinya.

Menjadi orang yang percaya kepada Tuhan, menjadi anggota tubuh Tuhan, menjadi pelayan Tuhan merupakan kasih karunia yang diberikan kepada kita. Kasih karunia adalah tindakan memberi dari seorang yang kedudukannya lebih tinggi kepada seorang yang kedudukannya lebih rendah dimana orang tersebut sebenarnya tidaklah layak untuk menerimanya. Hikmat Allah yang disembunyikan oleh Tuhan bahkan kepada malaikat-malaikat-Nya telah dipercayakan Tuhan kepada kita, gereja-Nya (ayat 10).  Karena menjadi pekerja-Nya merupakan sebuah kasih karunia maka patutlah kita bersyukur, menjaganya, dan berusaha membagikannya kepada yang lain, supaya semakin banyak orang-orang yang bisa merasakan sukacita yang kita rasakan terutama orang-orang terdekat kita.

Hal yang kedua yang kita bisa pelajari dari perkataan Paulus di atas adalah bahwa dia merasa bahwa semua keberhasilan yang dia peroleh merupakan pekerjaan kuasa Tuhan yang dikerjakan melalui dirinya. Semua mujizat dan tanda heran yang dilakukannya merupakan dari Tuhan, bukan karena dirinya memiliki kekuatan. Kerendahan hati dangatlah diperlukan oleh semua orang. Dari kerendahan hati kita bisa terus menerus melakukan sesuatu yang besar. Ketika kita mengatakan kepada orang yang lebih muda “jangan mengajari bebek berenang” maka kita tidak akan lagi mencapai titik yang lebih tinggi, bahkan mungkin kita malah akan menurun perlahan-lahan. Semua keberhasilan kita dalam melayani marilah kita kembalikan untuk kemuliaan nama Tuhan saja, kita hanyalah pelayan-pelayan yang hanya mengerjakan apa yang harus dikerjakan (Lukas 17:10).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: