Tidak Lagi Menjadi Sama (Renungan Harian)

Senin, 26 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Efesus 4

 

“Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia, dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka.”
Efesus 4:17-18

Kita merupakan orang-orang yang telah dipanggil Allah untuk percaya kepada-Nya, dan setiap dari kita diberikan karunia yang berbeda-beda (ayat 1, 11-12). Tujuan daripada pemberian karunia tersebut adalah supaya kita bisa berdiri dengan teguh atas keyakinan iman kita. Karena itu Paulus mengatakan dan menegaskan supaya mereka yang telah menjadi percaya harus merubah kehidupannya dan tidak lagi menjadi sama dengan orang-orang yang belum mengenal Allah. Mereka yang belum mengenal Allah dalam hidupnya mengejar sesuatu yang sia-sia seperti kekayaan, kedudukan, kehormatan. Hal-hal itu bisa dengan cepat datang dan pergi dalam kehidupan kita, dan bahkan sebanyak apapun kita mengumpulkannya, suatu saat kita harus meninggalkannya. Kita telah dipercayakan hikmat Allah dan bisa mengerti kehendak Allah dalam hidup kita. Kita tidak lagi hidup dalam gelap, tidak tahu apa yang harus kita lakukan, berjalan dengan meraba-raba. Alkitab memberitahukan semua yang harus kita kerjakan, dan dengan pertolongan dari Roh Kudus kita bisa memahaminya (ayat 20-21). Contoh: ketika hari Sabat tiba mari kita meninggalkan urusan pribadi kita, menutup usaha kita, menanggalkan kasut kita yaitu hal-hal yang menjadi alas, pelindung dalam kehidupan kita dan menghadap Tuhan dengan sepenuh hati.

Memang baptisan dalam nama Yesus menghapus dosa yang telah kita lakukan dan khasiat dari baptisan tersebut terus ada dalam hidup kita, tetapi jangan sampai kita mencobai Tuhan dan berpikir bahwa dengan demikian kita bisa hidup sebebas-bebasnya. Paulus bukan hanya mengatakan tapi menegaskan bahwa harus ada perubahan dalam hidup kita sebelum dan sesudah kita percaya kepada Tuhan (ayat 25-29). Kalau kita tidak berubah dari hidup kita yang lama, maka kita akan mendukakan Roh Kudus, dan akibatnya Roh Kudus bisa meninggalkan kita dan nama kita tercoret dari Kitab Kehidupan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: