Disebut Pun Jangan (Renungan Harian)

Selasa, 27 Maret 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Efesus 5

 

“Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut sajapun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus.”
Efesus 5: 3

Paulus mengatakan di dalam suratnya mengenai “orang-orang kudus”. Siapakah yang dimaksud dengan “orang-orang kudus”? Paulus menggunakan kata tersebut untuk menunjuk kepada orang-orang yang telah percaya dan menerima baptisan dalam Yesus Kristus. Disebut orang-orang kudus karena memang darah Yesus Kristus telah menghapus semua dosa-dosa kita dan kita menjadi kudus, mendapat kembali kedudukan anak Allah. Sebagai orang-orang kudus, Paulus meminta supaya mereka menjaga kehidupan mereka, supaya mereka hidup sebagai anak-anak terang. Bukan hanya tidak melakukan percabulan, rupa-rupa kecemaran, atau memiliki keserakahan tapi bahkan disebutkan di antara jemaat pun jangan. Artinya Paulus mengharapkan bahwa kita benar-benar berusaha menjaga kekudusan yang telah Tuhan berikan, tanpa kita memberikan celah untuk dosa masuk, benar-benar melakukan sebuah penjagaan terhadap diri kita.

Paulus memerintahkan seperti itu karena memang dosa percabulan, kecemaran, keserakahan bisa masuk tanpa kita sadari. Contoh: pada saat sekarang ini, pernikahan bukan lagi menjadi suatu institusi yang penting, orang melakukan kawin cerai dengan begitu mudahnya. Akhirnya karena tidak mau berkali-kali kawin cerai maka hidup bersama tanpa ikatan pernikahan (kumpul kebo) dengan pemikiran coba-coba dulu, kalau cocok satu sama lain dilanjutkan, kalau tidak cocok maka bisa berpisah dengan tidak ada rasa bersalah. Untuk menghindari dosa tanpa sadar dengan melakukan dosa yang lebih besar lagi (1 Kor. 6: 9-10).

Nilai-nilai hidup di dalam dunia semakin lama semakin bergeser ke arah yang lebih longgar. Yang dulunya merupakan hal yang terlarang, tabu untuk dilakukan dan dibicarakan sekarang menjadi hal yang biasa. Perkembangan tekhnologi dan ilmu pengetahuan bisa disalahgunakan untuk melakukan dosa. Contoh: di antara anak-anak sekolah pada saat sekarang, mencontek merupakan hal yang biasa, justru tidak mencontek itu merupakan hal yang luar biasa. Kalau kita telusuri kenapa mereka mencontek pada saat ulangan?karena tidak bisa mengerjakan ulangan. Kenapa tidak bisa mengerjakan ulangan?karena belajarnya hanya 1 malam saja. Kenapa belajarnya hanya satu malam saja? Jawabannya karena sudah dari dulunya terbiasa seperti itu. Demikian juga dosa dalam kehidupan kita menjadi satu hal yang biasa karena kita memberikan sebuah celah yang sangat kecil untuk dosa tersebut bisa masuk. Hanya butuh celah yang sangat kecil dari sebuah dinding yang kokoh untuk memasukkan benih pohon. Tapi ketika pohon tersebut bertumbuh maka dinding yang kokoh tersebut akan mudah dihancurkan, bahkan akan hancur dengan sendirinya karena pertumbuhan dari pohon tersebut. Hanya butuh celah yang sangat kecil untuk dosa masuk dalam kehidupan kita, contohnya melalui pembicaraan. Dimulai dari terbiasa mendengar, terbiasa berbicara, terbiasa melihat, sampai yang paling parah adalah terbiasa melakukan.

Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.
Ibrani 12:14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: