Ketakutan Saat Tenang (Renungan Harian)

Minggu, 1 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius

Kejadian 3

“Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.”
Kejadian 3: 8

Adam dan Hawa akhirnya melanggar perintah Tuhan dengan memakan buah pengetahuan baik dan jahat. (ayat 6). Ular pada waktu membujuk Hawa mengatakan bahwa ketika Hawa memakan buah itu maka matanya akan terbuka, menjadi sama dengan Tuhan (ayat 4-5). Akan tetapi ternyata setelah Adam dan Hawa memakan buah itu, mereka memiliki suatu perasaan yang tadinya tidak ada dalam hati mereka yaitu takut untuk bertemu dengan Tuhan. Keadaan yang digambarkan oleh Musa adalah pada waktu itu hari sejuk, tapi dalam keadaan yang sejuk tersebut Adam dan Hawa bersembunyi dengan penuh ketakutan.

Perbuatan-perbuatan yang melanggar perintah Tuhan memang begitu menggoda kita, kelihatannya menawarkan sesuatu yang kita inginkan, keadaan kita akan menjadi lebih baik setelah kita melakukan perbuatan tersebut. Contoh: ketika kita ada dalam kondisi terjepit kelihatannya kalau kita berbohong maka kita akan terbebas dari keadaan tersebut, tidak lagi ketakutan atau merasa kuatir; Kita berpikir bahwa setelah menyerahkan kesucian kepada pacar kita, maka hubungan kita akan semakin mesra, semakin erat. Tapi seperti yang dialami oleh Adam dan Hawa, yang terjadi adalah kebalikannya. Kita akan merasakan ketakutan, ketidaktenangan walaupun keadaan sekeliling kita sebenarnya merupakan keadaan yang seharusnya bisa memberikan ketenangan. Orang bijak mengatakan “Orang fasik lari, walaupun tidak ada yang mengejarnya, tetapi orang benar merasa aman seperti singa muda.” (Amsal 28: 1).

Ketika kita melakukan dosa, walaupun tidak ada orang yang melihatnya tapi kita akan selalu dihantui perasaan bersalah, takut bahwa kejahatan kita akan diketahui orang, takut orang akan mempunyai pandangan yang merendahkan kita, walaupun keadaan sekeliling kita merupakan keadaan yang seharusnya memberikan sebuah ketentraman, kedamaian seperti yang dikatakan dalam ayat di atas “hari sejuk”.

Jangan mengira bahwa setelah kita melakukan pelanggaran perintah Tuhan maka keadaan kita akan menjadi lebih baik. Yang terjadi justru kebalikan dari apa yang tadinya ditawarkan, kita akan mengalami ketakutan demi ketakutan yang bisa membawa kita melakukan lebih banyak lagi pelanggaran-pelanggaran hanya untuk membuat perasaan kita menjadi lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: