Pergi Menjauh (Renungan Harian)

Senin, 2 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius 
Kejadian 4
 
“Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.”
Kejadian 4: 16
Kain melakukan pembunuhan terhadap Habel adiknya (ayat 8). Oleh karena perbuatannya itu dia mendapatkan hukuman dari Tuhan (ayat 11-12). Ketika Tuhan menghukum Kain, Dia tetap menyatakan kasih-Nya dengan tetap menjaga Kain dan memberikan tanda pada Kain supaya tidak ada yang membunuhnya (ayat 14-15). Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan masih mengasihi Kain dan memberikan kesempatan kepadanya untuk bertobat. Kain, bukannya bertobat tapi dia pergi dari hadapan Tuhan dan menetap di tanah Nod. Nod merupakan bahasa Ibrani yang berarti “berkelana/ mengembara”.
Dalam kehidupan kita, orang percaya kepada Tuhan, masih ada kemungkinan kita melakukan dosa-dosa di hadapan Tuhan. Ketika kita melakukan dosa, ada perantara yang menjadi pendamaian bagi dosa kita yaitu Yesus Kristus (1 Yoh. 2:1-2). Jika kita mengaku dosa kita, maka Tuhan akan mengampuninya (1 Yoh. 1:9). Inilah kasiat dari baptisan air yang kita terima dalam nama Tuhan Yesus. Akan tetapi walaupun kita mendapat pengampunan dari Tuhan, kita tetap harus menerima akibat dari dosa yang kita lakukan, kita tetap harus menerima penderitaan-penderitaan yang menjadi sebuah resiko. Contoh: Ketika kita sering berdusta kepada orang lain, suatu ketika kita menyadari kesalahan kita dan mengaku dosa kepada Tuhan, Dia mengampuni dosa kita tapi tetap kita akan kehilangan kepercayaan dari orang lain. Kita harus berusaha lebih lagi supaya orang percaya kepada apa yang kita katakan atau lakukan. 
Jangan kita berpikir seperti Kain, merasa bahwa resiko yang harus kita tanggung dari perbuatan kita itu terlalu berat, pergi dari hadapan Tuhan, kita tidak lagi pergi ke gereja, menjauh dari saudara-saudari seiman, merasa percuma untuk tetap tinggal di hadapan Tuhan. Akhirnya kita lihat keturunan dari Kain walaupun mencapai keberhasilan-keberhasilan dalam dunia (ayat 19-22) tapi mereka hidup jauh dari Tuhan dan banyak melakukan pelanggaran-pelanggaran. Ketika hidup kita menjauh dari Tuhan, bukan berarti kita tidak akan menjadi orang yang berhasil dalam dunia. Tetapi yang terjadi adalah walaupun kehidupan kita di dunia berhasil tapi kehidupan rohani kita penuh dengan pelanggaran-pelanggaran di hadapan Tuhan, bahkan kita menarik keturunan kita untuk menjauh dari Tuhan juga.
Bertobatlah dari dosa kita, berani menanggung resiko yang ada, dan tetap hidup di hadapan Tuhan untuk berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: