Masuk dalam Bahtera (Renungan Harian)

Kamis, 5 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 7
 
“Masuklah Nuh ke dalam bahtera itu bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya karena air bah itu.”
Kejadian 7:7
Ketika membaca kisah mengenai Nuh, ada beberapa pertanyaan yang selalu muncul dalam pikiran saya:
·         Apakah sebelumnya sudah ada kapal atau bahtera?
·         Berapa lama waktu yang diperlukan Nuh untuk membuat bahtera?
·         Bagaimana perasaan Nuh ketika dia bersama dengan keluarganya masuk ke dalam bahtera tetapi tidak ada orang lain yang ikut masuk selain binatang-binatang?
Kalau membaca beberapa artikel dikatakan bahwa dunia pada awal mulanya berbentuk satu benua besar yang bernama “Pangea”; baru pada zaman setelah Nuh daratan terbagi-bagi (Kej. 10:25) artinya ada kemungkinan pada zaman Nuh belum ada orang yang menggunakan perahu atau menjadikan lautan sebagai jalur transportasi karena perjalanan bisa dilakukan melalui daratan dan manusia pada waktu itu belum diperbolehkan makan daging termasuk ikan-ikan di laut. Kemungkinan besar dibutuhkan waktu yang lama untuk membangun bahtera tersebut, ada yang memperkirakan selama seratus dua puluh tahun dengan melihat Kejadian 6:3 karena manusia pada waktu itu berumur enam ratus sampai sembilan ratus tahun sementara Tuhan katakan hanya seratus dua puluh tahun saja. 
Kalau kita ambil asumsi bahwa bahtera itu belum pernah ada yang membuatnya dan dibutuhkan waktu yang lama untuk membuatnya, apakah selama Nuh membuat bahtera tersebut tidak ada kenalannya, tetangganya yang mampir dan melihat-lihat apa yang dibangun oleh Nuh? Padahal apa yang dibangun Nuh merupakan suatu hal yang baru, dan terlebih lagi bangunan tersebut merupakan rancangan dari Tuhan. 
Bahtera Nuh melambangkan gereja sejati milik Tuhan. Seperti bahtera Nuh merupakan satu-satunya yang bisa menyelamatkan umat manusia dari kehancuran karena air bah, gereja sejati juga merupakan satu-satunya yang bisa menyelamatkan manusia dari penghakiman. Gereja sejati dibangun berdasarkan rancangan dari Tuhan, dibangun atas dasar ajaran yang sehat yaitu firman Tuhan yang sepenuhnya. Walaupun dibangun berdasarkan rancangan Tuhan, ada orang yang hanya melihat-lihat sebentar saja, tidak mau masuk ke dalamnya. Perasaan kita mungkin sama seperti Nuh, bertanya-tanya kenapa orang-orang tidak mau masuk ke dalamnya dan memperoleh keselamatan. Kita merasa kasihan dengan orang-orang yang kita kenal, yang kita kasihi ketika mereka menolak untuk masuk dan tinggal bersama-sama kita. Jangan kita goyah karena sedikit orang yang percaya, tetaplah yakin dan berdiri teguh sampai pada akhirnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: