Tuhan Menyesal (Renungan Harian)

Rabu, 4 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 6
 
“Maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.”
Kejadian 6: 6
Tuhan yang maha pengasih dan maha pemurah menyesal, ini merupakan sebuah peristiwa yang sangat mengherankan. Tuhan menyesal bahwa Dia telah menjadikan manusia karena di dalam hati manusia yang ada hanyalah kejahatan semata. Manusia pada waktu itu melakukan banyak perbuatan-perbuatan yang besar, mereka meninggalkan nama yang terkenal, mencatatkan sejarah dalam dunia (ayat 4). Tapi kehidupan rohani mereka semakin lama semakin menjauh dari Tuhan. Penyesalan Tuhan ini mengandung makna yang sangat dalam. Tuhan menyesal bukan karena Dia tidak tahu bahwa manusia akan menjadi jahat seperti itu, tapi Dia menyesal menunjukkan sebuah perasaan yang sangat sedih atas apa yang dilakukan manusia. Dan akhirnya akibat dari kejahatan manusia, semua makhluk di muka bumi dimusnahkan (ayat 7).
Mari kita bercermin dari manusia yang hidup pada zaman Nuh ini karena Tuhan Yesus telah berfirman bahwa manusia pada akhir zaman akan seperti manusia dalam zaman Nuh (Luk. 17:26-27). Saat ini banyak pencapaian-pencapaian yang berhasil dilakukan manusia, ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi melaju dengan pesat seperti orang-orang pada zaman Nuh merupakan orang-orang yang gagah perkasa dan orang-orang kenamaan. Tingkat moralitas pun semakin lama semakin menurun. Apa yang dulunya merupakan hal yang tabu, terlarang sekarang menjadi hal yang lumrah. Apakah kita terbawa oleh arus dunia pada saat sekarang dan membuat Tuhan berduka? Paulus mengingatkan “Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.” (Ef. 4: 31-32)
Yang menarik dari apa yang terjadi pada zaman Nuh bahwa ternyata apa yang dilakukan manusia memberikan dampak pada lingkungan sekitarnya. Pada saat Adam dan Hawa berdosa, tanah menjadi terkutuk; pada saat manusia melakukan kejahatan semata, Tuhan menghancurkan semua makhluk hidup yang ada. Demikian juga dengan kehidupan pada saat sekarang, dosa yang kita lakukan mempunyai efek untuk lingkungan kita, bukan hanya kepada diri kita sendiri. Karena itu marilah kita jaga baik-baik diri kita supaya tidak lagi berbuat dosa terlebih karena Tuhan telah mati di kayu salib untuk menanggung dosa kita. Jadilah Nuh-Nuh di akhir zaman yang hidup benar di hadapan Tuhan, dan tidak bercela di antara orang-orang sekeliling kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: