Makanan Baru (Renungan Harian)

Minggu, 8 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 9
 
“Segala yang bergerak, yang hidup, akan menjadi makananmu. Aku telah memberikan semuanya itu kepadamu seperti juga tumbuh-tumbuhan hijau. Hanya daging yang masih ada nyawanya, yakni darahnya, janganlah kamu makan.”
Kejadian 9: 3-4
Setelah Nuh bersama dengan keluarganya keluar dari bahtera, Tuhan memberikan peraturan mengenai makanan yang baru menurut keadaan lingkungan tempat manusia tinggal. Perubahan iklim dan kondisi bumi yang disebabkan oleh air bah menyebabkan perubahan nutrisi yang diperlukan bagi manusia untuk mempertahankan hidupnya. Tadinya Tuhan hanya memperbolehkan manusia untuk memakan tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji (Kej. 1: 29). Akan tetapi setelah Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera, Tuhan memberikan ijin kepada manusia untuk memakan daging binatang di bumi, laut dan udara, hanya binatang yang masih ada darahnya yang tidak boleh dimakan manusia (ayat 1-4). 
Dengan perkembangan tekhnologi dan perubahan lingkungan yang terus-menerus, manusia banyak melakukan penelitian. Ada kelompok-kelompok yang berpendapat bahwa adalah lebih baik bagi seseorang untuk berpantang makan daging binatang. Kelompok-kelompok tersebut menggunakan ayat-ayat dalam Alkitab untuk menguatkan pendapat mereka, misalnya bahwa manusia sebelum zaman air bah memiliki umur yang lebih panjang karena tidak memakan daging, Daniel dan tiga sahabatnya bisa lebih sehat daripada yang lain kerena mereka hanya makan sayur dan minum air putih. Terlepas dari benar atau tidaknya pendapat kelompok vegetarian itu mengenai pola makan mereka, mari kita sama-sama renungkan kenapa Tuhan mengeluarkan keputusan tersebut saat Nuh selamat dari air bah. Tuhan kalau kita lihat selalu memberikan yang terbaik untuk manusia. Contohnya pada saat Nuh keluar dari bahtera, Tuhan mengadakan perjanjian dengan Nuh dan keturunannya bahwa Tuhan tidak akan lagi membinasakan bumi dengan air bah (ayat 8-17), Tuhan memberikan kuasa kepada manusia untuk mengelola dan menguasai bumi beserta dengan isinya (ayat 1-2), dan terlebih lagi Tuhan sangat menghargai nyawa seorang manusia (ayat 5-7). Tentu saja mengenai makanan Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk manusia. Iklim bumi yang berbeda membuat tubuh manusia memerlukan asupan gizi yang berbeda pula. Tentu kita harus bijak dalam memasukkan sesuatu makanan ke dalam tubuh kita karena tubuh kita saat ini adalah Bait Allah yang menjadi temapt tinggal Roh Kudus (1 Kor. 6: 19). Semua makanan diperbolehkan untuk dikonsumsi kecuali manakan yang dilarang dalam sidang di Yerusalem yaitu makanan yang dipersembahkan pada berhala, darah, dan daging binatang yang mati dicekik (Kis. 15: 29). Jangan kita sembarangan mengambil ayat dalam Alkitab untuk mendukung pendapat pribadi kita. Cari tahulah apa arti dari ayat tersebut dan kenapa ayat itu tertulis demikian. Itulah cara mengartikan Alkitab yang benar, yaitu berusaha menggali keluar inti dari Alkitab, bukan mencocokkan Alkitab dengan pendapat atau teori kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: