Marilah (Renungan Harian)

Selasa, 10 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 11
 
“Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.”
Kejadian 11:3
Pada waktu itu keturunan dari Nuh semakin berkembang, dan ada kebudayaan yang terbentuk, ada pengetahuan yang diperoleh. Mereka menetap di tanah Sinear, dan membangun sebuah kota. Pada mulanya adalah ide yang sangat baik untuk memanfaatkan bahan-bahan yang ada untuk membantu kehidupan manusia. Kemampuan untuk mencipta merupakan hikmat yang diberikan Tuhan untuk manusia sebagai penguasa dari seluruh makhluk hidup di dunia. Mulailah ide untuk membuat bata dan ter sebagai perekatnya menyebar dari satu orang ke orang-orang yang lain. Akan tetapi ide yang selanjutnya menyebar merupakan sebuah ide yang bertentangan dengan kehendak Tuhan. Mereka mulai ingin mendirikan kota dengan menara yang puncaknya sampai ke langit, membuat nama supaya mereka tidak terserak (ayat 4).
Dalam kehidupan kita, ide menyebar dari satu orang ke orang lain dan akhirnya bisa menjadi sebuah rencana segolongan orang. Contoh: ide untuk mendirikan gereja, ide untuk memulai persekutuan, ide untuk menaikkan harga bahan bakar minyak, dll. Jarang terjadi bahwa ide muncul dari beberapa orang sekaligus atau secara instan muncul dari anggota-anggota suatu golongan sekaligus. Dalam kehidupan kerohanian kita pun terjadi hal yang sama. Ide untuk membuat bahan bangunan berasal dari satu orang yang menyebar dari mulut ke mulut. Ide untuk melakukan pelanggaran pun menyebar dari satu orang hingga semua orang melakukannya. Contoh: Yang mencetuskan mengenai teori evolusi adalah seorang yang bernama Darwin. Teori ini menentang keberadaan Tuhan dalam terciptanya makhluk hidup dalam dunia. Teori evolusi ini dari satu orang menyebar ke banyak orang bahkan ke seluruh dunia. Dalam gereja, yang mencetuskan adanya reformasi pada gereja adalah satu orang pastur yaitu Martin Luther, setelah dia kemudian banyak orang mengikuti apa yang dia lakukan.
Memang tidaklah mudah bagi kita untuk mengajak seseorang melakukan suatu hal karena mengajak seseorang melakukan suatu hal baru berarti mengajak mereka untuk keluar dari zona kenyamanan mereka dan juga selain itu membuat kita keluar dari zona kenyamanan kita pribadi.
Kekuatan ajakan sangatlah berpengaruh, apakah membawa dampak yang baik atau dampak yang buruk. Kita bisa menggunakannya untuk memajukan kerohanian kita. Jadilah orang yang memulai ide untuk bekerja bagi Tuhan dan ajaklah saudara-saudara seiman untuk mewujudkan bersama ide-ide tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: