Janji Tuhan (Renungan Harian)

Rabu, 11 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 12
“Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lot pun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran.”
Kejadian 12: 4
Bagaimana jika suatu hari ada firman Tuhan datang kepada kita seperti yang dialami oleh Abram? Tuhan memerintahkan Abram untuk meninggalkan kota tempat dia hidup, sanak saudara yang dia kenal dan pergi ke suatu daerah yang nanti akan Tuhan tunjukkan (ayat 1). Perintah tersebut diserai dengan janji dari Tuhan bahwa Tuhan akan melimpahkan berkat-Nya bagi Abram dan keturunannya (ayat 2-3). Bukanlah satu hal yang mudah untuk melakukan apa yang dilakukan oleh Abram. Meninggalkan tempat hidupnya, sanak keluarganya, kenalannya, untuk pergi ke suatu daerah yang asing sama sekali hanya dengan berlandaskan janji dari Tuhan. Akan tetapi Abraham mau melakukan hal tersebut dan kalau kita lihat dalam ayat 4-5 kita melihat keyakinan yang begitu kuat dari Abram karena dia membawa semua harta bendanya dan juga Lot, keponakannya. Dia yakin bahwa dia tidak akan kembali lagi ke Haran, dan yakin tidak akan mengecewakan sehingga dia juga membawa serta Lot bersama dengan dia. Keyakinan pada janji Tuhanlah yang menjadi landasannya untuk meninggalkan semuanya itu dan menuju ke tempat yang baru yang belum pernah dikunjunginya.
Dalam kehidupan kita, Tuhan memberikan janji-janji-Nya. Dia berjanji akan memberikan Roh Kudus-Nya pada kita (Yoh. 14: 15-26), Dia berjanji akan menyediakan tempat tinggal bagi kita di Sorga (Yoh. 14:1-3). Janji-janji tersebut disertai dengan syarat yaitu kita harus memelihara seluruh firman-Nya dan melaksanakannya dalam hidup kita. Saat ini kita memegang janji Tuhan dan menantikan saat dimana Tuhan menepatinya kepada kita. Masa penantian ini bukanlah satu masa yang mudah. Ada orang-orang yang akhirnya ragu dan mengatakan bahwa Tuhan lalai dalam menepati janji-Nya (2 Ptr. 3: 4-9). Tuhan pasti menepati janji-Nya pada kita hanya saja kita tidak mengetahui kapan Tuhan akan menepatinya. Tapi satu hal yang harus kita ingat bahwa sesuai perkataaan Petrus bahwa Tuhan tidak lalai atau berlambat-lambat dalam menepati janji-Nya pada kita. Dia akan menepati sesuai dengan waktu yang telah ditentukan-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: