Kelihatannya Bagus (Renungan Harian)

Kamis, 12 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 13
“Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar.- Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora.”
Kejadian 13: 10
Ketika membaca pasal ini saya teringat dengan sebuah pepatah yang mengatakan “Don’t judge the book by it’s cover” yang mengingatkan kita bahwa apa yang ada di luar belum tentu sama dengan apa yang ada di dalamnya. Bagian luar bisa saja menarik tapi dalamnya penuh dengan kejelekan dan begitu juga sebaliknya. Hal inilah yang terjadi di pasal yang kita baca hari ini. Setidaknya ada dua hal yang berbeda antara apa yang ada di luar dan apa yang sebenarnya terkandung di dalamnya.
Pertama adalah mengenai harta yang dimiliki oleh Abram dan Lot. Ketika Abram dan Lot tinggal di tanah Mesir kemungkinan besar mereka mendapat banyak harta benda dan menyebabkan mereka menjadi sangat kaya (ayat 6). Dalam pasal sebelumnya juga dituliskan bahwa Abram mendapatkan banyak ternak dan budak dari Firaun oleh karena Sara. Kelihatannya ini merupakan suatu hal yang sangat bagus dan merupakan berkat dari Tuhan. Tapi karena kekayaan yang didapat di Mesir ini, Abram dan Lot bertikai (ayat 6-8) dan harus berpisah (ayat 10-12). Akibat yang kedua yang nantinya dialami Abram adalah perpecahan dalam keluarga karena seorang hamba yang diperolehnya di Mesir juga. 
Ada satu amsal dalam terjemahan King James yang mengatakan The blessing of the LORD, it maketh rich, and he addeth no sorrow with it.” (Amsal 10:22). Amsal ini mengingatkan bahwa berkat dari Tuhan menjadikan kaya dan tidak ada kepahitan, kesedihan yang datang karenanya. Dalam kehidupan kita mari kita meneliti dengan cermat apakah berkat yang kita dapatkan membawa kesusahan bagi kita atau tidak? Kekayaan bisa juga diberikan oleh Iblis untuk mencelakakan kita dan menjauhkan kita dari Tuhan.
Yang kedua adalah apa yang dialami oleh Lot. Ketika Lot memilih tempat, dia melihat bahwa Lembah Yordan sangatlah subur dan bahkan perbandingannya adalah taman TUHAN, seperti tanah Mesir yang tetap mendatangkan hasil walaupun terjadi kekeringan. Tapi di daerah itu merupakan satu daerah yang penduduknya jauh dari Tuhan, melakukan dosa dan kejahatan yang besar di hadapan Tuhan (ayat 13). Walaupun pada awalnya Lot hanya tinggal di dekat Sodom tapi Lot perlahan-lahan tertarik dan menjauh dari Tuhan sehingga kalau kita lihat nanti pada akhirnya Lot bukan lagi tinggal dalam kemah tapi memiliki sebuah rumah di kota Sodom, imannya semakin lama semakin lemah dan dia tidak terganggu tinggal bersama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan dan percabulan.
Dalam kehidupan kita pun ketika kita memutuskan untuk memilih suatu pekerjaan, jangan kita hanya melihat apakah pekerjaan itu menjanjikan, apakah tempatnya merupakan tempat yang nyaman atau tidak tapi terlebih lagi lihatlah apakah di tempat itu iman kita bisa tetap terpelihara dan bertumbuh atau tidak. Mungkin satu contoh yang menjadi penilaian kita adalah apakah ada Gereja Yesus Sejati di kota tersebut atau tidak. Walau kita tinggal di tempat yang kering, gersang, tempat yang kelihatannya tidak menjanjikan akan tetapi jika Tuhan ada bersama-sama dengan kita maka tempat itu akan menjadi tempat yang penuh berkat bagi kita (ayat 14-18).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: