Harta atau Orang (Renungan Harian)

Jumat, 13 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 14
 
Berkatalah raja Sodom itu kepada Abram: ”Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.”
Kejadian 14: 21
Lot akhirnya tinggal di kota Sodom dan pada waktu peperangan menjadi tawanan seperti orang-orang lainnya yang kalah perang. Sebuah tindakan yang berani dilakukan oleh Abraham. Dengan tiga ratus delapan belas orang bawahannya dan bantuan dari tiga orang sekutunya mengejar pasukan dari persekutuan empat raja (ayat 13-15). Akhirnya pasukan yang bisa mengalahkan persekutuan raja lima daerah berhasil dikalahkan oleh Abram dengan pasukannya. Kalau kita lihat jumlah dari pasukan Abram dan pasukan musuh tentu saja lebih besar pasukan dari persekutuan empat raja. Kemenangan dari Abram dan pasukannya menunjukkan penyertaan Tuhan dan juga kehebatan dari Abram dan pasukannya, orang-orangnya bukanlah orang-orang biasa.
Orang-orang inilah yang diminta oleh raja Sodom dari Abram. Raja Sodom sampai rela menyerahkan semua harta yang merupakan hasil kemenangan peperangan tersebut untuk ditukarkan dengan tiga ratus delapan belas orang tersebut. Harta yang diperoleh dari perang tersebut bukanlah jumlah harta yang kecil karena setidaknya selain harta lima raja yang dikalahkan Kedorlaomer dan sekutunya juga ada harta dari Kedorlaomer dan sekutunya itu sendiri. Artinya kalau dijumlahkan setidaknya ada harta sembilan kerajaan yang akan diperoleh Abram jika Abram mau menyerahkan orang-orangnya.
Raja Sodom melambangkan penguasa dari dunia ini. Penguasa dunia yaitu Iblis berusaha menawarkan kepada kita kekayaan dunia yang penuh dengan gemerlap dengan satu imbalan yaitu kita menyerahkan orang-orang yang tangkas kepadanya untuk menjadi hambanya. Contoh: Saat kita tidak mengikuti kebaktian Sabat kita mungkin bisa mendapatkan hasil yang besar dalam usaha kita tapi kita tanpa sadar menukarnya dengan anak-anak kita dengan cara mengorbankan waktu mereka beribadah, mengikuti sekolah sabat karena biasanya ketika orang tua tidak pergi maka anak-anak juga tidak pergi. Ketika itu terus menerus kita lakukan akhirnya kita bisa dikatakan menukarkan anak kita untuk menjadi hamba raja Sodom. Mereka seperti anak buah Abram yang diinginkan oleh raja Sodom. Orang-orang yang terdekat dengan kita bisa saja tanpa sadar kita tukarkan kemerdekaannya demi kekayaan yang ada di dunia.
Mari kita bertindak seperti Abraham, tidak tergoda sama sekali untuk mengambil harta tersebut walau sebenarnya berdasarkan hukum peperangan dia berhak untuk mengambil harta rampasan tersebut. Ambillah apa yang menjadi hak kita, jangan kita menginginkan lebih. Jangan sampai kita terjebak oleh tipu daya raja dunia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: