Menghadapi Kenyataan (Renungan Harian)

Senin, 16 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 16
 
Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: ”Kembalilah kepada nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya.”
Kejadian 16: 9
Hagar, seorang hamba perempuan yang berasal dari Mesir. Ketika kita membaca Alkitab, tokoh yang satu ini sering kali tidak kita perhatikan. Biasanya pusat pembicaraan atau perhatian kita adalah kepada Abraham atau Sarai. Mari kita pada hari ini memperhatikan keadaan dari Hagar. Hagar merupakan hamba perempuan yang didapat Abram dan Sarai pada saat mereka ada di Mesir (ayat 3; Kej. 12: 16). Hagar ini diberikan oleh Sarai untuk menjadi gundik bagi Abram untuk menghasilkan keturunan bagi Abram dan Sarai (ayat 3). Dia sejak ada di Mesir sampai mengikuti Abram dan Sarai tidak pernah merasakan kebebasan, tidak bisa merasakan mencintai laki-laki yang merupakan pilihan hatinya, dia harus tunduk dan mengikuti perintah Sarai, nyonyanya untuk menjadi gundik tuannya, Abram. Ketika Hagar mengalami perubahan status yang tiba-tiba, apalagi dia bisa memberikan apa yang tidak bisa diberikan nyonyanya, Sarai yaitu keturunan bagi Abram akhirnya dia lancang memandang rendah Sarai, nyonyanya. Hal ini mengakibatkan penindasan yang berat dialaminya dan membuatnya melarikan diri dari kemah Abram dan Sarai.
Yang menarik adalah perjumpaan Hagar dengan Malaikat Tuhan. Malaikat Tuhan menanyakan asal dan tujuan dari Hagar padahal Hagar merupakan orang asing dan tidak mengenal Tuhan (ayat 7-8). Kita bisa melihat sebuah kasih yang ditunjukkan oleh Tuhan kepada Hagar. Kita bisa yakin bahwa Tuhan mengasihi setiap orang yang ada di dunia ini. Paulus mengatakan bahwa Yesus mati di kayu salib untuk kita pada saat kita masih belum mengenal-Nya. Kita yang sudah merasakan kasih Tuhan mari menularkannya pada orang lain yang belum mengenal Tuhan Yesus. Tuhan mengharapkan semua orang diselamatkan, dan kita telah dipercaya untuk memegang Injil keselamatan tersebut.
Hal yang kedua adalah perkataan dari Malaikat Tuhan yang memerintahkan Hagar untuk kembali ke Sarai dan membiarkan dirinya ditindas. Tuhan mengharapkan Hagar mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi dalam kehidupannya. Penindasan yang dialaminya terjadi karena dia telah lancang memandang rendah Sarai, nyonyanya. Berani berbuat, berani bertanggung jawab itulah yang harus ada dalam diri setiap orang Kristen. Jangan kita melarikan diri dari tanggung jawab yang harus kita pikul. Dibalik perintah untuk kembali itu, Tuhan berjanji akan membuat keturunan Hagar sangat banyak, suatu janji yang sangat berarti pada masa itu.  Hadapilah kenyataan yang ada dan jangan lari dari tanggung jawab kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: