Tidak Akan Dibiarkan (Renungan Harian)

Minggu, 15 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 15
 
“Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”
Kejadian 15:6
 
Abraham pada waktu firman Tuhan datang sedang ada dalam ketakutan (ayat 1). Dia sudah tua, dan Sara masih belum juga memberikan seorang anak baginya sebagai ahli waris, harapannya yang terbesar bahwa dia memiliki seorang keturunan untuk meneruskan nama keluarga dan mewarisi hasil kerja kerasnya selama ini (ayat 2-3). Tuhan datang dan menguatkan iman dari Abram, dibawanya Abram ke padang serta diperlihatkannya bintang-bintang di langit. Tuhan berjanji bahwa keturunan Abram jumlahnya akan sama seperti bintang-bintang di langit tersebut (ayat 5). Yang terjadi selanjutnya pada Abram merupakan suatu hal yang sangat luar biasa. Hilang sudah rasa ketakutan, kuatir pada diri Abram mengenai keturunan, dia percaya sepenuhnya pada janji Tuhan (ayat 6). Paulus mendukung hal tersebut dan mengatakan bahwa iman yang dimiliki oleh Abram pada saat itu diperhitungkan oleh Tuhan sebagai kebenaran. 
Janji-janji Tuhan sering kita dengar dari pengkhotbah maupun kita baca dalam artikel atau kita baca sendiri dalam Alkitab. Salah satu contohnya dalam Mark. 10: 29-30 dikatakan bahwa jika kita meninggalkan segalanya dan mengikuti Yesus maka kita akan mendapat gantinya berlipat-lipat dan mendapat hidup kekal. Akan tetapi ada orang-orang yang menjadi percaya kepada Tuhan malah merasa berkali-kali tertimpa musibah. Saya pernah bertemu seorang tua yang mengatakan “Dulu sebelum saya mengikuti Yesus semua baik-baik saja, tapi setelah saya mengikut Yesus malah ada begitu banyak musibah yang terjadi.” Ketika hal itu terjadi dalam kehidupan iman kita, bisa jadi kita goyah dan merasa hidup yang dulu lebih baik keadaannya dibanding hidup yang sekarang. Kita mungkin mengalami rasa yang sama seperti yang dialami Abram, takut, kuatir, dan saking terpuruknya iman kita, bisa saja kita merasa kecewa, sia-sia mengikuti Tuhan Yesus.
Usahakanlah kita kembali meraih iman kita. Mintalah kepada Tuhan untuk menguatkan kembali iman kita. Seperti yang dialami Abram, Tuhan pasti tidak akan membiarkan kita lemah bahkan mati. Dia akan menguatkan kita kembali, entah melalui firman-Nya atau melalui saudara-saudari seiman kita. Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskannya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya, tetapi dengan setia ia akan menyatakan hukum.” (Yes. 42:3).
Sesudah itu, semua tergantung kepada kita. Apakah kita akan percaya sepenuhnya kepada Tuhan atau kita tetap tidak mau melepaskan kekuatiran, ketakutan kita. “Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.” (Ibr. 12: 12-13).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: