Keadilan Tuhan (Renungan Harian)

Rabu, 18 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 18
Sesudah itu berfirmanlah TUHAN: “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”
Kejadian 18: 20-21
Kisah mengenai Abraham menyambut tiga orang asing merupakan kisah yang sangat akrab di telinga kita. Kisah ini pun diajarkan kepada anak-anak sekolah sabat atau minggu. Walau berkali-kali membaca pasal ini tetapi selalu ada kesan yang menakjubkan atas keramahan Abraham dan Sara saat menyambut tamu yang benar-benar merupakan orang asing.
Abraham membujuk mereka untuk tidak melalui dirinya begitu saja, akan tetapi kita pada hari ini sering berharap bisa berlalu tanpa dikenali atau diketahui, walaupun ketika kita melihat orang yang memerlukan pertolongan kita. Abraham memilih lembu yang terbaik, apakah kita akan memberikan makanan yang terbaik kepada orang asing? Abraham berdiri di dekat mereka saat mereka makan, ini merupakan perilaku dari seorang hamba pada saat tuannya makan.
 Sesudah makan, orang-orang tersebut memandang ke arah Sodom dan Gomora dan Abraham berjalan bersama-sama dengan mereka untuk mengantar.
Selanjutnya apa yang dikatakan TUHAN sangatlah menarik. Di dalam ayat 20-21 TUHAN memberitahukan Abraham niat-Nya untuk menghancurkan Sodom dan Gomora, oleh karena dosa-dosa mereka sangatlah berat. Dalam ayat 21 terlihat seolah-olah seseorang telah melaporkan dosa-dosa dari kota itu kepada Tuhan dan Tuhan pergi secara pribadi untuk menyelidiki. Kalau kita lihat kata “melihat” dalam ayat ini terdengar tidak masuk akal ketika dikaitkan dengan Tuhan. Bukankah Tuhan merupakan maha tahu?
Jika kita ada dalam posisi Abraham mengetahui bahwa sebuah kota akan dihancurkan, apa yang akan kita lakukan? Apakah kita akan membujuk penduduk kota itu untuk bertobat, atau kita akan mencoba untuk membujuk Tuhan yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan? Atau kita akan menghakimi Tuhan dalam hati kita? Atau kita hanya bersyukur bahwa kita tidak tinggal dalam kota tersebut?
Pada satu titik dari kehidupan iman kita, pertanyaan ini mungkin muncul dalam benak kita: “Ketika Tuhan menghakimi dunia, apa yang terjadi dengan orang-orang yang hidup di tempat terpencil yang belum pernah mendengar mengenai Injil Kristus? Apakah mereka akan mengalami penghukuman?
Kita perlu percaya kepada kebenaran Tuhan, dan cerita mengenai Abraham memohon kepada Tuhan mengenai Sodom dan Gomora menunjukkan kepada kita kebenaran Tuhan. Tuhan pada akhirnya mengatakan “Aku hendak mengetahuinya”. Apakah kita percaya pada pengetahuan Tuhan dan kebenaran-Nya?
Abraham mulai memohon Tuhan apakah Dia akan menghancurkan kota itu kalau ada 50 orang benar, dan Tuhan menjawab “tidak”. Abraham kemudian meminta bagaimana kalau 45, 40, 30, 20, 10, dan akhirnya dia tidak berani meminta lagi. Akhirnya kita tahu bahwa di dalam kota itu bahkan tidak ada 10 orang benar, Lot dan keluarganya pun bisa kita katakan tidaklah begitu benar, Tuhan menyelamatkan Lot dan keluarganya oleh karena Abraham.
Kisah bagaimana Tuhan mengampuni kota Niniwe juga memberikan kepada kita keterangan lebih jelas mengenai kasih karunia Tuhan. “Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?” (Yunus 4:11)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: