Tinggal di Dalam Kota (Renungan Harian)

Kamis, 19 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 19
 
“Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: “Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini.”
Kejadian 19: 15
Pada hari ini kita melihat kehancuran dari dua kota yang sangat terkenal di Alkitab, Sodom dan Gomora. Kedua kota ini merupakan kota yang penduduknya banyak melakukan dosa, bahkan kalau kita lihat salah satu nama kota digunakan menjadi sebuah istilah untuk menunjukkan sebuah tindakan dosa yang sangat menajiskan diri. Yang mengherankan adalah dalam kota yang penuh dengan dosa tersebut tinggal Lot dan keluarganya yang Petrus katakan merupakan orang benar. “tetapi Ia menyelamatkan Lot, orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja.” (2 Ptr. 2: 7)
Lot yang merupakan orang benar, rela mengorbankan anak-anak perempuannya (ayat 7-8), istrinya melanggar perintah Tuhan dan menoleh ke belakang (ayat 26), anak-anak perempuannya membuatnya mabuk kemudian tidur dengan dia (ayat 33-35); itu semua terjadi karena dia memilih tinggal di dekat Sodom. Kota yang penuh kejahatan itu ternyata begitu menarik sehingga lama-kelamaan Lot mendekat dan akhirnya memiliki rumah di Sodom. Dengan tinggalnya dia di kota Sodom membuat hati nuraninya lama-kelamaan tumpul dan tidak lagi percaya kepada Tuhan dengan sepenuh hati.
Saat ini kita bisa dikatakan seperti Lot. Kita tinggal di dalam dunia dan ada dalam pergaulan yang jahat. Apa yang kita lakukan?Apakah kita tetap membuat batasan yang tegas atau kita melonggarkan sehingga seperti Lot yang tadinya tinggal di dekat Sodom jadi memiliki rumah di dalam kota Sodom. Sebagai orang-orang yang telah dipilih dan dibenarkan Tuhan, apakah kita merasa tersiksa melihat kejahatan-kejahatan yang ada, merasa risih melihat tindakan-tindakan yang membuahkan dosa, mendengar kata-kata kotor yang dikeluarkan dari mulut orang-orang di dekat kita atau kita ikut-ikutan bertindak seperti mereka juga?
Kita masih bisa menjaga kebenaran dalam diri kita walaupun kita tinggal di dalam Sodom yaitu dengan hidup bersama-sama dengan saudara-saudara seiman. “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” (2Tim. 2: 22). Hidup dalam persekutuan dengan saudara-saudara seiman bisa menguatkan diri kita sehingga kita tidak terpengaruh dengan dunia dan bisa menjaga diri kita tetap kudus di hadapan Allah sampai kedatangan Tuhan yang kedua kalinya nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: