Jatuh Untuk Kedua Kalinya (Renungan Harian)

 Jumat, 20 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
 
Kejadian 20
 
Lalu Abraham berkata: “Aku berpikir: Takut akan Allah tidak ada di tempat ini; tentulah aku akan dibunuh karena isteriku.”
Kejadian 20: 11
Abraham, bapa orang beriman, kembali mengecewakan Tuhan. Dia sudah melakukan kesalahan di Mesir (Kej. 12), dan dia kembali melakukannya di Gerar. Apa yang kita pikirkan ketika kita membaca dua kejadian dimana iman Abraham melemah? Apakah kita menemukan alasan dalam kasus Abraham untuk membenarkan tindakan kita setelah kita berbohong? Karena Abraham yang merupakan nabi Tuhan pun berdusta dan oleh karena dustanya, Abimelekh mengalami permasalahan dan hampir membuatnya kehilangan nyawa. Atau kita melihat kepada kedua kejadian ini menjadi sebuah peringatan bagi kita untuk berusaha dengan keras lebih percaya sepenuhnya kepada Tuhan ketika kita menghadapi ancaman dibandingkan menerapkan jalan keluar yang tidak sesuai dengan perintah Tuhan karena nabi pun yang sudah berjalan bersama dengan Tuhan, berbicara dengan Tuhan bisa terjatuh dan berdusta ketika menghadapi ketidakpastian?
Ketika kita membaca kisah ini mungkin kita bertanya-tanya kenapa nabi Tuhan bisa melakukan hal seperti itu? Bukankah nabi itu seharusnya kudus dan sempurna? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu adalah karena nabi juga manusia dan manusia itu lemah. Nabi juga manusia sama seperti kita, ada masa-masa dimana mereka bisa menjadi lemah iman. Akan tetapi apakah kita akan menggunakan kejadian ini sebagai sebuah alasan setiap kita berbuat salah? 
Apa reaksi dari Tuhan terhadap keputusan dan tindakan Abraham ini? Kasih yang ditunjukkan Tuhan kepada Abraham sangatlah luar biasa, walaupun Abraham memutuskan untuk berdusta demi menyelamatkan dirinya dibandingkan bersandar dan percaya pada Tuhan. Secara sekilas kelihatannya Tuhan bertindak tidak adil kepada Abimelek, yang tahu bahwa adalah salah untuk menyentuh isteri orang lain (ayat 4-5). Akan tetapi jika Tuhan tidak melakukan sebuah tindakan untuk menghalangi, Abimelek pasti menjadi orang mati (ayat 6). Sekali lagi kita melihat kasih Tuhan yang begitu besar bahkan kepada raja yang tidak mengenal Tuhan.
Walaupun kasih Tuhan kepada Abraham kelihatannya seperti kasih yang memanjakan akan tetapi Dia tidak menutup mata mengenai apa yang dilakukan oleh Abraham dan Sara, jadi Tuhan membiarkan mereka untuk ditegur oleh raja yang tidak mengenal Tuhan. Sangatlah menyedihkan melihat nabi Tuhan ditegur oleh orang yang tidak mengenal Tuhan. Mungkin dalam hidup kita hal ini pernah terjadi, yaitu keadaan dimana kita ditegur oleh orang yang tidak mengenal Tuhan karena melakukan kesalahan atau bahkan memalukan. 
Mari jadikan peristiwa ini sebagai sebuah peringatan untuk kita lebih percaya kepada Tuhan dalam permasalahan yang terjadi.
“Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.” (Amsal 29: 25)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: