Kasih Tuhan dan Iman Abraham

Minggu 22 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 21
 
Berkatalah Sara kepada Abraham: “Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak.” Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
Kejadian 21:10-11
Akhirnya setelah dua puluh lima tahun menantikan janji Tuhan, Abraham mendapatkan seorang anak laki-laki (ayat 1-3). Akan tetapi karena sebelumnya Abraham sudah mengambil gundik, maka terjadi ketidakharmonisan dalam rumah tangga Abraham. Sara melihat bahwa Ismael menjahili Ishak, dan naluri keibuannya berusaha melindungi anaknya dengan meminta Abraham mengusir Hagar beserta Ismael (ayat 9-10). Abraham yang ada dalam posisi terjepit dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Satu sisi dia mengasihi Sara dan Ishak, tapi di sisi lain Ismael juga merupakan darah dagingnya sendiri. Dia tidak tahu solusi dari permasalahan itu, apakah dia mengikuti permintaan Sara atau tidak.
Tindakan selanjutnya dari Tuhan menunjukkan betapa besar kasih Tuhan kepada Abraham. Dia memerintahkan Abraham mengikuti apa yang Sara katakan, mengusir Hagar dan Ismael. Selain itu Tuhan berjanji akan menjaga Ismael “Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena ia pun anakmu.” (ayat 13). Kita bisa melihat kasih Tuhan yang begitu besar pada Abraham. Demi Abraham, Dia menghilangkan kekuatiran Abraham dan berjanji akan melindungi Ismael, membuat Ismael menjadi suatu bangsa. 
Yang selanjutnya kita lihat adalah betapa iman Abraham kembali ditunjukkan. Keesokan harinya, tanpa ragu dia langsung menyuruh perempuan itu dengan Ismael untuk pergi (ayat 14). Dia sangat percaya pada janji Tuhan bahwa Tuhan akan melindungi dan menjadikan Ismael suatu bangsa.
Di waktu-waktu tertentu hidup kita bisa saja mengalami apa yang Abraham rasakan. Perasaan bingung, tertekan, marah, sedih bercampur menjadi satu yang bisa membuat kita stress bahkan depresi saat menghadapi masalah dalam hidup. Ada yang memilih untuk lari dari permasalahan itu, lari dari kehidupannya dengan harapan dia tidak perlu menghadapinya lagi. Akan tetapi tindakan itu hanya akan memperparah keadaan, akrena suatu ketika masalah itu akan hadir kembali di hadapan kita dalam bentuk yang lebih besar, lebih sulit. Ingatlah bahwa ada waktu-waktu dimana ketika kita berdoa, firman Tuhan terlintas dalam pikiran kita dan semua beban-beban yang ada, perasaan-perasaan negatif yang ada menghilang begitu saja, dan kita bisa menghadapi permasalahan tersebut dengan tenang. Kita percaya bahwa Tuhan mendukung kita dan tidak akan membiarkan kita jatuh.
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11: 28)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: