Semangat Dalam Pelayanan (Renungan Harian)

 Rabu, 25 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
 
Kejadian 24
 
Dalam ayat pertama pasal ini dikatakan bahwa Tuhan memberkati Abraham dalam segala hal, dan hambanya dalam ayat 35 menyatakan hal yang sama. Sejak kita membaca munculnya Abraham di pasal 12 sampai pasal 24 ini mari kita sama-sama renungkan sejenak, selain dari kekayaan, berkat dalam hal apa saja yang sebenarnya diterima oleh Abraham dari Tuhan?
Kita semua tentunya mengharapkan berkat ada dalam kehidupan kita. Kebanyakan berpikiran bahwa ketika mendapatkan kekayaan yang berlimpah, kedudukan yang tinggi, bisa menjadi yang terbaik dalam setiap segi kehidupan maka hidupnya telah diberkati Tuhan. Berkat-berkat ini adalah berkat-berkat menurut standar dunia. Akan tetapi apakah yang baik di mata manusia itu sama baik di mata Tuhan (Yes. 55: 8-9). 
Dalam perjalanan iman, beberapa orang dari kita mungkin pernah mengalami beberapa keadaan dimana kita meragukan apakah yang diberikan Tuhan kepada kita ini benar merupakan yang terbaik. Kita juga berpikir, bukankah Tuhan seharusnya memberikan “ini” atau “itu” sebelum kita belajar bahwa Tuhan tidak pernah menahan untuk memberikan yang terbaik bagi kita (Roma 8: 32). Salah satu berkat terbesar yang kita warisi dari Abraham adalah keselamatan yang kita peroleh dari penebusan darah Yesus.
Berkat yang kita terima juga disertai dengan tanggung jawab yang harus kita pikul, contohnya melayani Tuhan dengan takut dan hormat. Pelayanan merupakan bagian yang sangat penting dalam kehidupan orang Kristen. Pelayanan kita kepada Tuhan bukan hanya terbatas pada pelayanan secara fisik yang dipercayakan kepada kita tapi juga penyembahan kita kepada Tuhan.
Pada pasal ini kita membaca karakter yang menarik dari hamba tua Abraham yang dipercayakan tugas yang sangat penting. Hamba tua ini namanya tidak pernah disebutkan. Ada yang menduga hamba tua ini adalah Eliezer (Kej. 15:2). Ada banyak karakter dari hamba tua ini yang bisa menjadi teladan.
1.      Kesetiaan
Hamba ini melakukan tugasnya dengan setia dan tidak berlama-lama untuk melaksanakannya. Dia memprioritaskan penyelesaian dari tugas yang diberikan di atas segalanya (ayat 33, 56).
Motivasi kita dalam melayani memegang peranan penting menentukan kesetiaan kita kepada Tuhan dan tugas penginjilan-Nya. Apakah kita melayani untuk diri kita atau karena terpaksa atau untuk Tuhan.
2.      Kepatuhan yang total
Setelah menerima instruksi dari Abraham, hamba ini pergi untuk melaksanakan tugasnya dengan tepat, tanpa menyertakan pendapat atau keinginannya sendiri. Pesan yang dia terima dari Abraham, dia sampaikan dengan persis kepada Betuel (ayat 34-49).
Dalam pelayanan kita apakah kita mengejar atau melaksanakan rencana kita sendiri dibandingkan membiarkan Tuhan memegang kemudi? Apakah kita mau bertekun dan bersabar menanti Tuhan atau kita bergerak dengan keinginan kita sendiri? “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.” (1 Sam. 15:22)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: