Kesalahan Untuk Kebenaran (Renungan Harian)

Minggu, 29 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 27
 
Tetapi ibunya berkata kepadanya: “Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.”
Kejadian 27: 13
Pernahkah dalam hidup kita memiliki sebuah dorongan kuat yang mengharapkan segala sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan kita, bahwa pilihan atau keputusan kita pastilah merupakan suatu hal yang benar? Dalam menginginkan semua berjalan sesuai keinginan kita menipu, berbuat curang, berdusta? 
Dalam pasal ini kita membaca tindakan dari Ribka dan Yakub yang menipu Ishak untuk mendapatkan berkat anak sulung. Ishak yang tidak tahu janji Tuhan pada Ribka mengenai Yakub (Kej 25: 23) berniat untuk memberikan berkat anak sulung kepada Esau. Ribka yang mendapatkan janji Tuhan berusaha untuk memperoleh berkat tersebut bagi Yakub dengan caranya sendiri yaitu menipu Ishak, suaminya sendiri. Yakub sebagai anak juga menunjukkan persetujuannya dengan mendengar dan mematuhi perintah Ribka.
Dalam kehidupan kita, melakukan sebuah perbuatan baik merupakan satu perintah dari Tuhan. Kita memiliki sebuah rencana untuk menolong seseorang dalam hidup kita, dan kita yakin bahwa rencana kita untuk menolong dia merupakan suatu hal yang sesuai dengan perintah Tuhan. Akan tetapi ketika kita ada dalam usaha menolongnya, ternyata keadaan tidak berjalan sesuai dengan harapan kita. Ada masalah-masalah yang menghadang kita sehingga rencana kita terancam gagal. Apakah yang kita lakukan? Ada orang-orang yang akhirnya berusaha menjalankan rencananya dengan menghalalkan berbagai cara. Contoh sebuah cerita yang sangat terkenal di kalangan orang Inggris yaitu mengenai seorang pencuri yang mencuri dari orang-orang kaya yang jahat dan membagikan harta curiannya itu untuk rakyat yang miskin. Kadang tanpa kita sadar, kita memaksakan kehendak kita kepada Tuhan. Menurut kita apa yang ada dalam rencana kita merupakan suatu hal yang baik, dan kita yakin merupakan hal yang terbaik. Apa yang kita lakukan adalah untuk membuat supaya firman Tuhan menjadi nyata dalam kehidupan kita.
Tuhan tidak pernah merestui perbuatan dosa walaupun dosa itu dilakukan untuk menyatakan firman Tuhan. Dosa tetaplah merupakan sebuah dosa walaupun dosa itu dilakukan untuk menolong orang lain. Ribka berani menanggung kesalahan tersebut dan beranggapan bahwa tindakannya adalah untuk memenuhi janji Tuhan, akhirnya harus menanggung perbuatannya. Dia tidak pernah lagi bertemu dengan anaknya yang terkasih, Yakub sampai akhirnya dia meninggal dunia.
“Bukankah tidak benar fitnahan orang yang mengatakan, “Marilah kita berbuat yang jahat, supaya yang baik timbul dari padanya.” Orang semacam itu sudah selayaknya mendapat hukuman.” (Roma 3: 8).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: