Memiliki Iman Sendiri (Renungan Harian)

Senin, 30 April 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 28
 
Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.”
Kejadian 28: 20-21
Apa yang ada dalam pikiran kita ketika kita membaca ayat di atas?
Dalam pasal sebelumnya kita membaca bahwa Yakub ketika berbicara kepada Ishak menyebut Tuhan sebagai Tuhannya Ishak (Kej. 27: 20). Yakub sendiri belum memiliki iman atau mengakui bahwa TUHAN adalah Allahnya secara pribadi. Dia belum mengenal Tuhan secara pribadi, dan hanya mendengar mengenai Tuhan dari apa yang diajarkan oleh Ishak, ayahnya. Oleh karena pengetahuannya yang dangkal akan Tuhan maka dia berani berdusta dengan mengatasnamakan Tuhan seperti yang kit abaca dalam Kejadian 27:20.
Kalau kita mengingat kembali pada saat pertama kali kita menginjakkan kaki di gereja dan mengenal Tuhan Yesus, ada banyak alasan yang melatarbelakangi kedatangan kita. Bisa jadi kita percaya karena orang tua, atau karena diajak oleh teman, atau karena pacar kita. Pada saat itu kita belum mengalami pengalaman rohani dan menganggap bahwa Yesus itu adalah Tuhan orang tua kita, Tuhan dari teman kita atau Tuhan dari pacar kita, Tuhan Yesus belum menjadi Tuhan kita secara pribadi.
Permulaan iman dari seseorang adalah ketika dia mulai melihat Tuhan sebagai Allahnya secara pribadi, memiliki pengalaman rohani seperti yang dialami oleh Yakub. Ketika Tuhan bukanlah Tuhan yang kita dengar dari orang tua, atau teman, atau pacar, tapi kita melihat sendiri kuasa dari Tuhan dan mengalaminya dalam kehidupan kita bagaimana Tuhan menuntun kita dalam kesusahan, dalam duka. Sudahkah kita mengalami hal tersebut, atau kita masih ada dalam titik dimana kita hanya mendengar tentang Tuhan dari pendeta, orang tua, pacar, atau teman?
Dalam pasal ini kita juga melihat kasih karunia Tuhan yang begitu besar. Dia mau menampakkan diri, memperkenalkan diri-Nya dan memberikan janji-Nya yang begitu luar biasa (ayat 13-15). Selain itu walaupun Yakub gagal mengerti bahwa Tuhan ada selalu menyertainya, menganggap Tuhan menetap di satu tempat (ayat 16) tapi Tuhan tetap menyertainya senantiasa.
Milikilah iman kita sendiri, bukan sekedar warisan dari teman atau orang tua. Kejarlah pengalaman pribadi dengan Tuhan langsung sehingga kita tetap berdiri dengan kokoh walau angin dunia begitu keras menerpa kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: