Sedalam Apa Cinta Kita? (Renungan Harian)

Selasa, 1 Mei 2012
 oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 29
 
Kita coba membaca pasal ini dari kaca mata Yakub.
Saya melakukan perjalanan ke negeri yang sangat jauh. Suatu hari saya melihat sebuah sumur di padang dan disana ada tiga kumpulan kambing domba berbaring. Di sana, mereka biasanya memberi minum kumpulan kambing dombanya. Mereka biasanya menunggu semua berkumpul, menggulingkan batu dari mulut sumur, memberi minum kawanan ternak dan kembali menutup mulut sumur dengan batu besar itu. Aku menyapa mereka “Saudara-saudara, dari mana kamu berasal?” Jawab mereka “Kami berasal dari Haran.”
  Kemudian aku bertemu dengan Rahel. Dia adalah anak perempuan dari pamanku, seorang penggembala perempuan dan seorang yang kepadanya aku akan jatuh cinta, deminya aku bekerja selama empat belas tahun. Akhirnya aku bertemu pamanku, Laban, saudara dari Ribka, ibuku, seorang yang memeluk aku dan menganggap aku sedarah sedaging dengannya, seorang yang kepadanya aku akan bekerja selama empat belas tahun. Bagiku hanya seperti beberapa hari saja oleh karena aku mencintai Rahel, anaknya.
Aku sudah tinggal selama sebulan di rumah pamanku. Suatu hari paman bertanya kepadaku, “Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Beritahukan aku, apa yang akan menjadi upahmu?” Pamanku memiliki dua orang anak perempuan. Yang tertua bernama Lea dan yang muda bernama Rahel. Lea memiliki mata yang lembut, akan tetapi Rahel cantik sikap dan parasnya. Aku mencintai Rahel jadi aku berkata “Aku akan bekerja padamu selama tujuh tahun untuk Rahel, anakmu yang lebih muda itu.”
Laban tidak memegang perkataannya. Dia malah memberikan kepadaku Lea ketika aku meminta Rahel. Dia memerintahkan kepadaku untuk bekerja selama tujuh tahun lagi kepadanya. Untuk bisa menikahi Rahel, aku melakukan apa yang dimintanya.
Aku lebih mencintai Rahel dibandingkan Lea, akan tetapi Rahel mandul. Bersama dengan Lea, kami memiliki empat anak laki-laki: Ruben, Simeon, Lewi, dan Yehuda.
Ketika kita membaca cerita Yakub, mari kita sama-sama renungkan beberapa pertanyaan:
  • Apa yang Yakub lakukan untuk Rahel?
  • Apa yang menjadi persyaratan yang Laban minta dari Yakub untuk mendapatkan Rahel menjadi isterinya?
  • Dari Kejadian 29: 21, apa yang menjadi menjadi sasaran Yakub?
Ini merupakan cinta Yakub yang dalam kepada Rahel. Oleh karenanya dia melakukan apa yang dikatakan Laban. Untuknya, Yakub mau untuk menggembalakan kawanan ternak. Dan setelah tujuh tahun, pamannya malah memberikan Lea kepadanya. Laban menelan perkataannya sendiri tapi Yakub tetap meminta. Laban memerintahkan Yakub untuk bekerja lagi selama tujuh tahun, dan untuk mendapatkan Rahel, Yakub melakukannya. Karena cintanya, dia tidak menganggap hal itu sebagai beban. Cinta membuatnya bisa tetap bekerja selama bertahun-tahun.
Untuk seorang yang kita cintai, apakah kita mau melakukan apapun?
Untuk orang yang kita cintai, apakah kita mau bersusah payah untuknya?
Untuk orang yang kita cintai, apakah kita mau mengalami perderitaan apapun?
Untuk orang yang kita cintai, apakah kita mau mengorbankan nyawa kita?
Untuk orang yang kita cintai, apakah kita mau menunggu?
Tuhan telah melakukan itu semua untuk kita karena Dia mencintai kita. Apakah kita mencintai-Nya?
Sedalam apa cinta kita kepada-Nya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: