Merasa Diri Benar (Renungan Harian)

Kamis, 3 Mei 2012
oleh: Penginjil Toni Antonius
Kejadian 31
Beberapa tahun yang lalu, saya mengatakan sesuatu yang kejam kepada salah seorang teman yang tidak saya sukai dan teman saya yang lain berkomentar “Bagaimana mungkin kamu mengatakan hal seperti itu? Bukankah kamu ini seorang Kristen?” Ketika mendengarnya saya merasa malu karena saya menodai nama Tuhan. Saya yakin banyak dari kita menemui orang Kristen yang tidak bersikap sebagaimana seharusnya sebagai orang Kristen. Ada waktunya kita bersikap tidak lebih benar dari teman kita yang bukan orang Kristen. Apa yang memisahkan orang Kristen sejati dengan dunia? Bagaimana seharusnya orang Kristen bersikap?Apakah kita dimata dunia seperti Yakub dimata Laban?
Banyak dari kita tidak berbeda dengan Yakub. Kita merasa diri kita saleh dan kudus karena kita tidak merokok, clubbing, atau mengatakan sumpah serapah, dan Tuhan berkewajiban untuk memberkati kita. Seperti Yakub, kita mungkin merasa diri benar, akan tetapi apakah orang lain percaya atau tidak? Pada pasal hari ini kita membaca bahwa Yakub berusaha pergi tanpa sepengetahuan Laban karena dia takut (ayat 31). Dia percaya kepada Tuhan, tapi tidak cukup untuk membuatnya bertindak dengan hormat. 
Saat ini sudah waktunya bagi Yakub untuk kembali ke tanah yang dijanjikan dan Tuhan memerintahkan Yakub untuk melakukan hal itu (Kej. 31: 3). Yakub kemudian meminta kepastian dari isteri-isterinya bahwa mereka mendukung tindakannya, dia dengan cepat berkemas-kemas dan pergi. Kebetulan pada waktu itu Laban sedang sibuk mengguting bulu domba-dombanya. Yakub pergi tanpa memberitahu Laban, padahal waktu itu kemungkinan merupakan waktu yang tepat dan Laban kemungkinan tidak akan mencegahnya. Yakub sedang melakukan perintah Tuhan untuk kembali ke tanah perjanjian, tetapi dia tidak melakukannya sesuai dengan jalan Tuhan.
Dalam ketakutannya, Yakub mempertanyakan kembali firman Tuhan yang sudah disampaikan ketika dia ada di Betel: “Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu.” (Kejadian 28: 15).
Setelah tujuh hari akhirnya Laban berhasil menyusul Yakub dan rombongannya kemudian menghadapi mereka. Pada titik ini kita melihat Yakub berusaha untuk membela dirinya.Pada saat ini Yakub kelihatannya muncul sebagai seorang pemenang, akan tetapi apakah Laban benar-benar percaya? Laban tetap yakin bahwa Yakub bersalah, akan tetapi karena Tuhan sudah memperingatkan dia maka dia tidak bisa melakukan apa-apa terhadap Yakub. Yakub melihat bahwa perlindungan Tuhan ada atas dirinya, dan dia menggunakan hal ini sebagai kelebihannya. Orang yang membenarkan diri adalah orang yang merasa diri adil, merasa diri benar berdasarkan pada pekerjaannya sendiri.
Dalam gereja kita sekarang, kadang kala kita merasa bahwa kita melakukan lebih dibanding orang lain, atau mengambil inisiatif lebih untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Jauh di dalam hati kita kita mungkin menggerutu terhadap orang lain yang kita merasa mereka tidak mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan. Kalau kita membenarkan diri sendiri, ada kemungkinan kita tidak mengetahuinya.
Berdoalah kepada Tuhan supaya kita tidak membenarkan diri sendiri dan bisa tetap memiliki kerendahan hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: